Breaking News: Tertipu Penjual Pupuk Online Warga Ponre Tewas Gantung Diri

Korban Sempat Melapor ke Polisi

Tertipu penjual pupuk online, seorang warga Ponre mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Sebelum gantung diri, ia sempat melapor ke Polisi perihal kasusnya.

BONE, NEWSURBAN.ID — Seorang warga Desa Salampe Kecamatan Ponre Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumah mertuanya.

Peristiwa itu, terjadi di Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang pada pukul 17.05, Sabtu (8/10/2021).

Korban bernama Addin lelaki (32) ini, kuat dugaan mengalami depresi. Ia tertipu dan kehilangan uang senilai Rp27 juta, setelah ia membeli pupuk lewat penjualan online.

Sementara itu, Sabri, warga setempat Kelurahan Biru mengatakan, korban ini lagi stres pikirkan uangnya.

“Dia itu sudah beli pupuk lewat online pada hari Kamis lalu dan ia mentransfer uangnya dua kali. Yang pertama 17 juta, dan yang kedua 10 juta,” ungkapnya.

Setelah menuggu sampai hari ini, Sabtu (9/10/2021) barang (pupuk) itu tak kunjung tiba. Alasan si pemilik pupuk barangnya sudah dalam perjalanan.

“Sempat ji kemarin (korban) melapor di Polres Bone, tetapi pupuk itu juga belum datang sampai dia meninggal,” lanjut Sabri.

Sementara itu, Kapolsek Tanete Riattang Polres Bone Kompol Andi Ikbal membenarkan peristiwa ini. Ia menjelaskan dari olah TKP korban di temukan dengan posisi gantung diri.

“Posisi kakinya di ikat lalu dia strong dirinya dengan listrik. Terus di TKP terdapat racun serangga yang di duga habis dia minum,” jelas Andi Ikbal.

Diketahui, korban Addin sempat di bawah ke Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone lalu mayatnya dikembalikan kerumah duka.

PERISTIWA SAMA PILIHAN REDAKSI

Sebelumnya, peristiwa sama juga terjadi di Bone. Kala itu, korban bunuh diri di Dusun Koppe Desa Liliriawang tepatnya pada pukul 09.00 pagi Senin (7/6/2021) juga karena depresi. Informasi Newsurban.id bahwa korban ini mengalami depresi.

Terkait kasus itu, Kepala Desa Liliriawang Sunding mengatakan, korban sudah meninggal saat di temukan di rumahnya.

“Korban ini mengalami depresi orangnya tertutup jarang bertemu sama warga di sekitar Dusun ini hanya saudaranya saja yang sering dia datangi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pernah ketika dulu waktu dia berangkat ke Malaysia dia ingin terkun ke laut tapi gagal.

“Untung ada ABK yang selamatkan tapi hari ini dia sudah meninggal dan mayatnya sudah kita kembalikan ke keluarganya. Semoga keluarga yang tetap tabah dan sabar menghadapinya,” ujar Sunding.

Sementara itu, Camat Bengo Andi Rahmatullah juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya dia mengalami gangguan jiwa.

“Anak korban sepulang sekolah yang masih duduk di kelas 3 SD pertama kali menemukannya,” kata Andi Rahmatullah.

Korban Tamir ini, meninggal gantung diri setelah pulang dari mengantar anaknya ke Sekolah. Ia meniggalkan 4 orang anak yang masih berstatus pelajar. (fan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button