Menag Yaqut Larang Pawai Hari Besar Keagamaan

Termasuk Perayaan Maulid Nabi

Menag Yaqut mengeluarkan aturan baru, melarang melakukan pawai pada hari besar keagamaan, termasuk perayaan Maulid Nabi.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melarang masyarakat menggelar pawai atau arak-arakan saat merayakan hari besar keagamaan yang melibatkan peserta dalam jumlah banyak.

“Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Peringatan Hari Besar Keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar,” kata Yaqut dalam keterangan resminya, Sabtu (9/10).

Larangan ini, tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama No SE 29 tahun 2021 yang ditandatangani pada 7 Oktober 2021.

Menurut Yaqut, dalam SE ini pemerintah mengatur pedoman penyelenggaraan peringatan hari besar keagamaan pada masa Covid-19.

“Pedoman kami terbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi SAW, Natal. Dan, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi Covid-19,” terang Yaqut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pedoman penyelenggaraan peringatan hari besar keagamaan harus mempertimbangkan status level pandemi Covid-19 di daerah tersebut.

Menag mencontohkan, di daerah level 2 dan 1 peringatan hari besar keagamaan bisa melakukan secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan. Sementara, di daerah level 4 dan 3 perayaan hari besar itu melalui virtual.

Pedoman Pelaksanaan Hari Besar

Lebih lanjut, Yaqut mengatakan, dalam pedoman peringatan hari besar keagamaan itu, aturan di daerah level 4 dan 3 lebih ketat. Seperti, pelaksanaannya mesti di ruang terbuka.

Selanjutnya, apabila pelaksanaannya di ruang tertutup seperti tempat peribadatan, acara itu hanya boleh 50 persen dari kapasitas ruangan. Atau terbatas 50 orang.

Tak hanya itu, peserta yang boleh hadir juga hanya yang berasal dari daerah setempat. Dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pedoman tersebut juga mengharuskan penyelenggara acara menyediakan petugas untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan. Kemudian, melakukan pengecekan suhu tubuh, hand sanitizer, dan sarana mencuci tangan.

Penyelenggara acara pun harus menyediakan QR Code aplikasi Pedulindungi. Dan, meminta peserta mengecek informasi vaksin dan status mereka di aplikasi itu. (ar/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button