Trending

Arab Saudi Wajibkan Vaksin Booster Jemaah Indonesia Penerima Sinovac

Saudi Resmi Buka Pintu Umrah Untuk Jemaah Indonesia

Arab Saudi akan membuka pintu bagi jemaah umrah Indonesia. Namun, Saudi memberi syarat vaksin booster agar jemaah Indonesia penerima vaksin Sinovac.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Pemerintah Arab Saudi mengharuskan WNI penerima vaksin Covid-19 Sinovac dan Sinopharm wajib mendapatkan suntikan booster sebelum berangkat umrah.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Eko Hartono, menyampaikan hal itu menyusul keputusan Saudi yang secara resmi membuka pintu lagi bagi jemaah Indonesia untuk umrah.

Menurut Eko, meski Saudi telah mengakui dua vaksin buatan China itu, sampai saat ini pemerintahan Raja Salman masih menetapkan empat jenis vaksin sebagai syarat sah bepergian ke negara kerajaan tersebut.

Dengan begitu, lanjut Eko, jika calon jemaah umrah baru menerima dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm, mereka harus mendapat satu lagi suntikan vaksin. Untuk booster, Arab Saudi merekomendasikan dari Pfizer, AstraZeneca, J&J, atau Moderna.

“Boleh saja dua kali Sinovac, tapi harus booster satu dari empat vaksin itu. Bagi yang sudah dua kali (vaksin) dari empat (merk vaksin itu) tidak harus booster,” kata Eko menambahkan.

Sementara untuk kuota jemaah umrah, Arab Saudi tak memberikan batasan, kata Eko.

Jemaah Umrah Terbanyak Kedua Dunia

Selama ini, jemaah umrah Indonesia terbanyak kedua di dunia yakni sekitar 1,2 juta jamaah per tahun, setelah Pakistan sebanyak 1,5 juta jemaah.

Eko mengatakan, saat ini, antara Indonesia dengan Arab Saudi harus aspek teknis paling utama yakni bagaimana Saudi mengakui sertifikat vaksin Indonesia.

Menurutnya, perlu memastikan agar aplikasi Pedulilindungi dapat tertegrasikan dengan aplikasi serupa buatan Saudi yakni Tawakalna. “Selama ini Pedulilindungi belum bisa dibaca di Saudi. Tanpa link itu sulit bagi jamaah untuk bisa umroh,” kata Eko.

Jika kesepakatan itu sudah tercapai, penerbangan ke Arab Saudi yang harus melewati ke negara ketiga juga kemungkinan tidak berlaku lagi. “Insya Allah larangan terbang langsung juga akan dicabut. Apalagi penanganan Covid-19 di Indonesia kan semakin terkendali,” tutur Eko.

Senada, KJRI di Riyadh, Endang Jumali mengatakan belum ada petunjuk teknis terkait umrah dari Indonesia. “Sampai saat ini belum ada Juknis (petunjuk teknis terkait umrah dari Indonesia, masih dalam pembahasan,” katanya.

Ia mengaku Kementerian Haji Arab Saudi telah telah diundangnya rapat. Namun, masih belum ada rincian teknis mengenai ibadah itu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyampaikan bahwa pemerintah Saudi melalui nota diplomatiknya telah mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia.

Pemberian izin itu, mengingat laju penularan Covid-19 di Indonesia mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir ini. “Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan memulai kembali pelaksanaan umroh bagi jamaah Indonesia,” kata Retno dalam jumpa pers virtual, Sabtu (9/10).

Pada Agustus 2021, Saudi membuka kembali penyelenggaraan ibadah umrah bagi negara-negara tertentu.

Namun, saat itu, Indonesia bersama sembilan negara lain tidak bisa menerbangkan langsung jemaah umroh ke Saudi. Jemaah RI dan sembilan negara lain harus transit di negara ketiga untuk menjalani karantina sebelum bisa masuk Saudi. (ci/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button