Trending

Mukhtamar PBNU Lampung, Bursa Caketum Kian Menghangat

Mukhtamar PBNU akan berlangsung di Provinsi Lampung pada Desember 2021. Bursa caketum kian bermunculan. Salah satunya Yahya Cholil Staquf.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Yahya Cholil Staquf, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengaku siap maju sebagai kandidat calon ketua umum pada Mukhtamar PBNU di Lampung. Mukhtamar rencananya akan berlangsung pada Desember 2021 mendatang.

Mantap maju sebagai calon ketua umum (caketum), Yahya mengaku sudah menemui Ketum PBNU Said Aqil Siraj untuk meminta restu dan menyampaikan niatnya itu.

Dari pertemuannya itu, Yahya mengaku, Said, merespons positif dan mempersilakan dirinya untuk maju pada Mukhtamar PBNU di Lampung Desember 2021..

“Saya sampaikan ke Pak Ketum, ‘saya mohon restu saya maju sebagai calon ketua umum’. Beliau persilakan “monggo-monggo”, iya mempersilakan,” kata Yahya.

Lebih lanjut, Yahya mengatakan bila terpilih sebagai ketua umum, dirinya menawarkan gagasan konsolidasi nasional NU dari tingkat PBNU, PWNU hingga PCNU.

Gagasan itu ia bentuk karena melihat selama ini PBNU, PWNU dan PCNU kerap berjalan masing-masing dengan gagasannya sendiri-sendiri.

Dengan konsolidasi, Yahya yakin bisa memperkokoh kepengurusan NU di tingkat pusat hingga cabang.

“Dan rupanya gagasan ini, mudah ditangkap oleh PCNU. Nah, saya juga sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak yang kita harapkan jadi semacam akselerator. Atau pihak yang membantu, meski bukan dari NU, tapi mau bekerja sama dengan NU,” kata dia.

Tak hanya itu, Yahya juga memiliki gagasan melakukan aktivasi kegiatan ekonomi PCNU yang tersebar lebih dari 500 wilayah di Indonesia. Baginya, PCNU memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi umat Islam saat ini.

“Kalau kita bicara soal cabang-cabang kita punya 500-an lebih cabang. Itu outlet ekonomi, semua orang bisa pakai, pemerintah bisa pakai untuk salurkan agenda-agenda. Misalnya investasi, bisa memanfaatkan ini. Jadi kita ingin aktivasi cabang-cabang agar bergerak untuk menjalankan agenda-agenda itu,” ucapnya.

Hasil Survey Kandidat Ketum

Muktamar NU ke-34 akan berlangsung pada 23-25 Desember mendatang. Sejumlah nama menyeruak dalam bursa calon ketua umum PBNU. Survei Indostrategic baru-baru ini memunculkan nama KH Marzuki Mustamar sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Marzuki adalah Ketua PWNU Jawa Timur.

Posisi kedua dalam survei Indostrategic adalah KH Hasan Mutawakkil Alallah dengan elektabilitas 22,2 persen. Kemudian, KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini. Selain itu ada nama tokoh muda Bahaudin Nursalim alias Gus Baha.

Ia tak menampik jika pengurus NU di level wilayah dan cabang banyak yang berkeinginan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh PBNU. Terlebih lagi, saat ini banyak kalangan muda juga mengisi tokoh-tokoh NU.

Yahya juga mengatakan kerap menulis dan berbicara di publik soal ide dan gagasannya mengenai NU ke depan. Ia sendiri tak menyangka para pengurus daerah NU saat ini menyambut positif gagasannya itu.

“Sehingga aspirasi untuk menempatkan mereka dalam kepemimpinan kuat sekali. Yang sangat kuat aspirasinya dan banyak memang soal regenerasi,” kata dia.

“Dan ini cepat sekali. Saya terkejut kenapa secepat ini. Saya menyatakan secara eksplisit ke publik awal September,” tambahnya. (ci/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button