Wahab Tahir Tinjau Lokasi Rencana Asrama Pondok Tahfiz di Tinumbu

Akan Dibangun Bertingkat

Wahab Tahir, Ketua DPRD Makassar bersama anggota Komisi A Rahmat Taqwa Quraisy meninjau perencanaan asrama Pondok Tahfiz di Jalan Tunumbu Kota Makassar.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir meninjau rencana pembangunan asrama pondok Tahfiz yang. Anggota Fraksi Golkar DPRD Makassar itu meluangkan waktu langsung ke lokasi di Jl Tinumbu Lr 149 No 6 A Kelurahan Layang, Makassar, Senin (11/10).

Dalam peninjauan itu, mendampingi Wahab, anggota Komisi A Rahmat Taqwa Quraisy dari Fraksi PPP. Mereka bersama-sama melihat langsung lokasi. Di lokasi milik Yayasan Nahdatul Ummah Abqariah itu, Ketua Yayasan Ny Akramunnisa dan Pimpinan Pondok Tahfiz Muh Rizal menerima kunjungan kedua legislator itu.

Sesuai rencana. bangunan semi.permanen yang berukuran 7 x 13 meter itu akan berdiri bangunan bertingkat. Bangunan itu untuk santri yang ingin menginap di pondok.

Pada kesematan itu, Wahab meminta kepada pemilik lahan untuk mengajukan rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan. Sehingga dapat masuk usulan APBD 2022.

“Jika RAB rampung dan telah masuk ke RAPBD pokok 2022. Maka pembangunan awal dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, bisa terjadwal cepat,” kata WT akronim nama Wahab Tahir.

“Insha Allah kita beramal jariyah mengurus ummat sebagai modal akhirat nanti,” kata WT.

Selain pengurus pondok tahfiz, hadir pula sejumlah aparat Kelurahan Layang turut memantau.

GENERASI RABBANI

Sebelumnya, Wahab Tahir berharap Perda Pendidikan Baca Tulis Alquran melahirkan generasi rabbani. Ia menyampaikan itu, saat sosialisasi Perda No. 1/2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Alquran, di Hotel Pessona, Minggu (18/4) lalu.

Wahab—sapaan akrabnya, regulasi yang disosialisasikan ini lebih kepada pendalaman pemahaman ke masyarakat. Apalagi, kegiatan ini bertepatan dengan ramadan dimana Alquran diturunkan.

“Kita berharap Perda Baca Tulis Alquran ini bisa melahirkan generasi rabbani. Itu materi pendalaman yang kita sampaikan ke peserta,” tukas Wahab.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Makassar ini, Perda Baca Tulis Alquran sudah waktunya untuk direvisi. Poin yang ingin ia tambahkan terkait peran pemerintah untuk para hafiz Quran. “Revisi ini, pertimbangannya yakni menyelamatkan Makassar melalui para hafiz ini,” jelasnya. (#)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button