Trending

Syarat Vaksin Booster Jemaah Haji-Umrah, Kemenkes Buka Kemungkinan

Kemenkes Juga Kaji Vaksin Booster Untuk Masyarakat

Vaksin booster sebagai syarat jemaah haji dan umrah dari Indonesia mendapat respons dari Kemenkes. Pihak Kemenkes menyebut kemungkinan membuka vaksin booster bagi jemaah haji-umrah RI.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Kementerian Kesehatan melalui Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan lembaganya membuka kemungkinan pemberian vaksinasi booster. Vaksinasi dosis tiga, untuk calon jemaah haji umrah Indonesia yang menjadi syarat wajib pemerintah Arab Saudi.

Menurut Nadia, saat ini baik Kemenkes dan Kemenag masih membahas pengaturan teknis terkait vaksinasi Covid-19 dosis tiga. Termasuk membahas proses karantina, setibanya tiba di bandara di Arab Saudi. Begitu juga, sepulangnya kembali ke Indonesia dari Arab Saudi

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, pemerintah sedang mengkaji skenario penambahan vaksin Covid-19 dosis tiga untuk masyarakat umum di tahun 2022.

Kata dia, hasil pembahasan ini bakal jadi model untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk calon jemaah haji dan umrah.

“Kita lihat nanti pembahasannya bagaimana. Untuk sementara pemerintah juga sedang mengkaji vaksin booster di 2022 untuk masyarakat umum yang biayanya dari pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali memastikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi resmi mengizinkan penggunaan dua vaksin Sinovac dan Sinopharm bagi calon jemaah umrah.

Namun jemaah haji umrah, wajib suntik salah satu vaksin lainnya seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Jhonson and Jhonson.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief mengatakan terkait hal itu, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kemenkes. Koordinasi salah satunya menyangkut pemberian dosis ketiga vaksin untuk calon jemaah haji dan umrah.

ARAB SAUDI SYARATKAN VAKSIN BOOSTER

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi mengharuskan WNI penerima vaksin Covid-19 Sinovac dan Sinopharm wajib mendapatkan suntikan booster sebelum berangkat umrah.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Eko Hartono, menyampaikan hal itu menyusul keputusan Saudi yang secara resmi membuka pintu lagi bagi jemaah Indonesia untuk umrah.

Menurut Eko, meski Saudi telah mengakui dua vaksin buatan China itu, sampai saat ini pemerintahan Raja Salman masih menetapkan empat jenis vaksin sebagai syarat sah bepergian ke negara kerajaan tersebut.

Dengan begitu, lanjut Eko, jika calon jemaah umrah baru menerima dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm, mereka harus mendapat satu lagi suntikan vaksin. Arab Saudi merekomendasikan dari Pfizer, AstraZeneca, J&J, atau Moderna.

“Boleh saja dua kali Sinovac, tapi harus booster satu dari empat vaksin itu. Bagi yang sudah dua kali (vaksin) dari empat (merk vaksin itu) tidak harus booster,” kata Eko menambahkan. (cn/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button