Trending

Pj Sekda Minta Warga Rentan di Gowa Tercover Dalam DTKS

Warga rentan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa. Pj Sekda Gowa minta para camat dan TKSK memasukkan dalam DTKS. DTSK adalah Rapat Persamaan Persepsi Tentang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial .

GOWA, NEWSURBAN.ID — Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina meminta semua warga rentan di Wilayah Kabupaten Gowa tercover dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kamsina menyampaikan hal itu saat memimpin DTKS di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, Kamis (14/10).

Ia mengatakan rapat ini sangat penting khususnya bagi seluruh camat dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan). Ini sebagai perpanjangan tangan Dinas Sosial di lapangan dan mitra camat itu sendiri.

“Hari ini kita rapat bersama para camat dan TKSK nya. Untuk memperbaiki data-data DTKS khususnya bagi penerima BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai,” ungkapnya.

Kamsina mengungkapkan, tugas TKSK adalah selalu berkoordinasi dengan kecamatan mengenai persoalan kesejahteraan sosial. Salah satunya membicarakan terkait BPNT. Sehingga meminta camat atau TKSK segera memasukkan data e-warung yang berjalan di desa/kelurahannya yang bekerjasama dengan program BPNT ini.

“Tidak ada permasalahan di lapangan. Hanya saja ada beberapa data yang perlu perbaikan. Dan, TKSK selalu berkoordinasi dengan camatnya. Kami meminta agar segera masukkan ke Dinsos terkait data e-warung yang berjalan di lapangan,” jelasnya.

Data Dinsos Gowa

Sementara Plt Kadis Sosial, Firdaus mengatakan setiap kecamatan memiliki satu TKSK. Sehingga jumlahnya sebanyak 18 orang yang tersebar di 18 kecamatan. Tugasnya mengkoordinasikan seluruh persoalaan kegiatan kesejahteraan sosial dengan camat termasuk perangkat desa dan kelurahan.

“Tugas TKSK adalah mengkoordinasikan seluruh persoalan kegiatan kesejahteraan sosial dengan camat di wilayahnya. Sehingga TKSK harus pro aktif dan wajib melakukan pendampingan serta membantu pemerintah dalam hal kesejahteraan sosial,” katanya.

Ia mengaku rapat ini untuk penyamaan persepsi. Karena masih banyak masyarakat baik di desa maupun kelurahan tidak masuk dalam DTKS. Sehingga melalui surat dari Menko PMK agar warga rentan bisa terdaftar dalam DTKS.

“Pengusulan dalam DTKS tentu ada mekanismenya. Termasuk melalui musyawarah desa sehingga perlu verifikasi lapangan apakah layak atau tidak masuk dalam DTKS ini,” jelasnya.

Adapun data masyarakat Kabupaten Gowa yang terdaftar dalam DTKS per tahun 2020 ini yakni pada Bantuan Sosial Tunai (BST) 16.641 orang dan PKH 31.682. Sedangkan BPNT 25.656, sehingga total sebanyak 73.979.

“Selain TKSK ini terdapat juga pendamping PKH, penyuluh sosial, opertator SiksNG. Jadi, jika ketiga ini bersatu maka insyaallah tidak ada lagi masyarakat rentan yang tidak masuk dalam DTKS,” tambah Firdaus. (nh/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button