Trending

Gelar PTM, SMA Muhammadiyah 7 Makassar Vaksin Guru dan Pelajar

Bekerja Sama Puskesmas Rappokalling

PTM, SMA Muhammadiyah 7 Makassar bekerja sama Puskesmas Rappokalling melakukan vaksinasi pelajar dan pendidik. Ini adalah upaya mendukung program pemerintah untuk percepatan pencapaian herd immunity dan pelaksanaan PTM.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 7 Kota Makasaar Sabri mengatakan, pihaknya bekerja sama Puskesmas Rappokalling menggelar vaksinasi.

Vaksinasi bertujuan untuk mempercepat pemberian vaksin pelajar dan tenaga pendidik di lingkungan SMA Muhammadiyah 7 Makassar.

Sabri menambahkan upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar SMA Muammadiyah 7 Makassar untuk memastikan para siswa dan tenaga pendidik telah tervaksin. Sehingga dapat melakukan PTM.

Baca Juga: Vaksinasi Pelajar, Jokowi: Jika Sudah Divaksin, Segerakan PTM Terbatas

Sebelumnya, sebagian siswa telah mengikuti vaksinasi di SMKN 5 Makassar. Dinas Pendidikan Sulsel bekerjasama dengan Polda Sulsel menggelar vaksinasi itu.

Sementara itu, untuk memenuhi target agar sekolah dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi, pihak SMA Muhammadiyah 7 bekerjasama Puskesmas Rappokalling menggelar vaksinasi. Vaksinasi untuk guru dan Siswa berlangsung pada tanggal 16 dan 19 oktober 2021.

“Ke depan bila masih ada siswa dan tenaga pendidik yang belum mengikuti vaksin, maka kita berikan kesempatan untuk mengikuti vaksin pada hari sabtu 23 Oktober di Puskesmas Rappokaling,” ungkapnya.

Baca Juga: 2,5 Juta Warga Telah Vaksin, Plt Gubernur Sulsel: Mobile Vaccinator Terus Bergerak

Langkah ini, Ia lakukan sebagai bukti keseriusan pihak sekolah untuk mengupayakan pelajar dan tenaga kependidikan seluruhnya mengikuti vaksin. Seperti yang intruksikan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, Sabri berharap kepada seluruh orang tua siswa untuk bersama-sama mendukung percepatan vaksin ini.

“Karena selama ini, salah satu kendala SMA Muhammadiyah 7 Makassar adalah sebagian orang tua yang masih ragu mengizinkan anaknya mengikuti vaksinasi,” tutupnya. (ar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button