Bahas Pendampingan ABH, Sekdis Sosial Makassar Jadi Narasumber Forum Lintas Stakeholder PKBI Sulsel

# Cegah Anak Berhadapan Hukum Melalui Program Inklusi

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Sekertaris Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid, hadir dalam pertemuan lintas sektoral yang-diadakan PKBI Sulsel, di Hotel Grand Asia, Kamis (3/11). Pertemuan Forum Kemitraan Lintas Stakeholder itu membahas pendampingan ABH (anak yang berhadapan dengan hukum) melalui program Inklusi.

Mengangkat tema “Mekanisme Perlindungan Korban Kekerasan dan Eksploitasi Anak di Kota Makassar”, bertujuan menyusun mekanisme penanganan dan perlindungan ABH. Serta menyusun rekomendasi dan aksi rencana aksi bersama terkait kekerasan seksual dan prostitusi anak.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Daerah PKBI Sulsel, Andi Iskandar Harun, mengatakan permasalahan kekerasan seksual dan ketahanan keluarga sangat kompleks. Kondisi ini, turut memberikan andil terhadap maraknya prostitusi anak, termasuk di Kota Makassar.

Baca Juga: 12 Gelandangan Pengemis, Anjal dan Pengamen Terjaring Giat Patroli Dinas Sosial Makassar

“Permasalahan kekerasan seksual dan prostitusi anak dalam ketahanan keluarga sangat kompleks. Penyebabnya macam-macam. Mulai faktor ekonomi, sosial, politik, budaya, pengaruh global dan aspek lain,” katanya.

Aspek-aspek tersebut, katanya, turut menjadi pemicu maraknya prostitusi yang melibatkan anak. “Hal ini, berimplikasi pada tatanan dan ketahanan keluarga pada kehidupan sosial kemasyarakatan di Kota Makassar,” katanya.

Dari kompleksitas permasalahan tersebut, membutuhkan mekanisme perlindungan bagi anak korban kekerasan seksual dan prostitusi.

Menurutnya, hal ini sangat penting agar anak yang memerlukan bantuan hukum dan kelompok terpinggirkan dapat terpenuhi Hak dan kewajibannya. Dalam hal perlindungan hukum.

Baca Juga: Tangani Anak Jalanan, Pemkot Makassar Siapkan Aplikasi Agangku

“Satuan perangkat daerah seperti Dinas Sosial, serta organisasi masyarakat sipil dapat saling berkolaborasi. Sehingga, dalam penangangan kasus baik sebelum maupun pasca kejadian bisa berjalan efektif,” jelasnya.

Sebagai informasi, fenomena prostitusi remaja putri di Kota Makassar kian marak. Hal ini, terlihat dari karakteristik tempat prostitusi, karakteristik pelaku dan korban serta mekanisme prostitusi yang terjadi.

“Ada empat macam pelaku perdagangan anak untuk prostitusi, yaitu pacar, teman, dan mucikari. Bagi sebagian besar pelaku yang terlibat dalam interaksi anak untuk prostitusi ini, keterlibatan mereka merupakan pekerjaan sampingan. Namun ada pula beberapa orang di antaranya yang menjadikan pekerjaan tetap,” ungkapnya.

Karena itu, melalui program inklusi, PKBI Sulsel yang-didukung oleh Cowater Internasional, berupaya menggalang dukungan dan kemitraan kepada berbagai pihak terkait.

Baca Juga: Sekdis Dinsos Minta Pegawai Dinas Sosial Respons Cepat Aduan Masyarakat

Hal tersebut, untuk mendorong terwujudnya pendampingan terhaap ABH dan kelompok terpinggirkan. Agar mampu menempatkan martabat dan individu mandiri sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal.

Selain Sekdis Sosial Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid, hadir sebagai narasumber, Program Officer INKLUSI PKBI Sulsel Farid Satria bersama fasilitator Saleh Yasin.

Kegiatan ini, juga hadir DP3A Kota Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dinas Dukcapil Kota Makassar, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Dinas Pariswisata Kota Makassar. Satpol PP Kota Makassar, Kemenag Kota Makassar, Bapas Kelas 1 Makassar, Unit PPA Polrestabes Makassar. RPTC Dinsos Kota Makassar, UPT P2TP2A Kota Makassar, HWDI Sulsel, YAPTI Makassar. Serta, Inti Muda Makassar, Forum Anak Makassar, KWRM, OPSI, GIPA, dan Lurah Pattinggallang. (*)

Exit mobile version