Tujuh Istri Wali Kota Ikuti Tradisi Mappasiori Waju di Ladies Program Apeksi XVI Tahun 2023

MAKASSAR, NEWURBAN.ID — Tujuh Istri wali kota anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) turut mengikuti tradisi Mappasiori Waju, di Benteng Rotterdam, Kamis (13/07/2023).

Tradisi Mappasiori Waju ini, merupakan salah satu rangkaian acara dari pelaksanaan Ladies Program APEKSI XVI Tahun 2023 di Kota Makassar. Ritual ini bermakna pemberian doa dan harapan kepada seorang anak gadis ketika menginjak usia remaja.

Di ketahui, tradisi Mappasiori Waju adalah prosesi memakaikan baju bodo. Yakni baju adat Sulawesi Selatan yang beraneka warna sebanyak tujuh lapis kepada anak gadis.

Hal ini sebagai simbol bahwa pada masa remaja dan dewasa yang akan di jalani sang anak nantinya. Akan di isi dengan berbagai warna dan corak kehidupan.

Baca Juga: Prabowo Puji Apeksi dan Tuan Rumah Rakernas Apeksi XVI

Secara bergantian, istri wali kota anggota APEKSI memakaikan baju kepada sang anak. Di mulai dari baju bodo lapisan pertama oleh istri Wali Kota Bogor. Kemudian di susul secara berurutan oleh istri Wali Kota Yogyakarta, Malang, Jakarta Selatan, dan Salatiga.

Kemudian di lanjutkan pemakaian baju bodo lapisan ke enam oleh istri Walikota Banjarmasin. Dan di tutup oleh istri Walikota Sibolga yang memakaikan baju bodo lapisan terakhir.

Melalui tradisi ini TP PKK Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar ingin menunjukkan salah satu tradisi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya rumpun Bugis Makassar.

Baca Juga: Danny Pomanto-Bima Arya Serahkan Rekomendasi Rakernas APEKSI XVI kepada Tiga Capres

Di samping itu, juga untuk memperlihatkan kepada daerah lain bahwa Pemerintah Kota Makassar memiliki sinergitas program. Yang di selaraskan dengan adat dan budaya setempat, yakni program Jagai Anak’ta.

Di harapkan melalui tradisi ini akan membawa manfaat bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan hidup dan mewujudkan cita-cita mereka.

Lebih jauh, tradisi Mappasiori Waju ini juga diharapkan menjadi momentum yang menginspirasi, mempersatukan. Dan menjadikan anak-anak sebagai fokus utama pembangunan masa depan yang lebih baik. (*)

Exit mobile version