Sosialisasi Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia, Pj Gubernur Harap Tekan Konflik di Masyarakat

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menutup Sosialisasi Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia, yang dilaksanakan Kementrian Dalam Negeri, di Hotel Claro Makassar, Selasa, 17 Oktober 2023. Dia mengharapkan Sosialisasi Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia tersebut, dapat meminimalkan konflik di tengah masyarakat.

“Ini adalah cara mengukur tingkat harmonis masyarakat kita di Indonesia,” ujarnya.

Selama ini, kata Bahtiar, yang terukur berapa banyak konflik yang sudah terjadi. Sehingga, lewat sosialisasi ini, dia harapkan dapat menekan konflik dari hulunya, bukan mengukur dari hilirnya.

Baca Juga: Pj Gubernur Sulsel Lepas Operasi Mantap Brata Pengamanan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

“Kita tahu bagaimana konflik, berapa konflik, sudah ada korban sampai ada korban jiwa. Ini adalah bagaimana mengukur pencegahan di hulunya, menciptakan kesepahaman, harmonisasi dari berbagai pihak,” jelasnya.

Pj Gubernur Sulsel menjelaskan filosofis Bugis Makassar, sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi. Sipakatau merupakan sifat memanusiakan manusia. Sipakalebbi merupakan sifat saling memuliakan atau menghargai. Dan sipakainge’ merupakan sifat saling mengingatkan sesama manusia.

“Ini semua merupakan filosofis dari Sulawesi Selatan yang menjadi falsafah kehidupan masyarakat sehari-hari di sini. Kami juga begitu, dalam perkembangan siri na pacce anak muda sekarang itu, bagaimana menjaga siri tadi, bagaimana menjaga kehormatan keluarga,” katanya.

Baca Juga: Pj Gubernur Bahtiar Lepas Ekspor Rp1,64 Triliun Produk Unggulan ke 29 Negara

Soal keharmonisan, sambung Bahtiar, merupakan upaya yang sangat luar biasa dari Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya-Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri. Meskipun kegiatan sederhana, tapi bermakna luar biasa untuk bangsa dan negara.

“Ini adalah upaya yang luar biasa yang-dilakukan Direktorat Ketahanan Ekososbud,Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Ini terlihat kecil, tapi demi kebaikan bangsa kita ini,” pungkasnya. (*)

Cek berita dan artikel lain di Google News

Exit mobile version