MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Tujuh Ketua Rukun Warga Kelurahan Buakana menghadiri acara musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan Buakana di Hotel Grand Maleo, Jalan Pelita Raya, Makassar, Jumat (9/1/2026).
Para Ketua RW duduk terpisah-pisah di meja bundar yang disiapkan. Beberapa memakai rompi merah RT RW, beberapa tidak.
Musrenbang dibuka dengan pemaparan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar mengenai arah pembangunan kota ke depan.
Perwakilan Bappeda Kota Makassar juga menjelaskan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dan Ailyah Mustika Ilham.
Ia berharap usulan yang berkembang disesuaikan dengan visi misi walikota dan wakil walikota.
Setelahnya, masing-masing Ketua RW secara berurutan memaparkan kondisi wilayah beserta usulan-usulannya.
Ketua RW 001, Suherman, mengatakan banjir adalah momok terbesar bagi warga Buakana secara keseluruhan.
Ia berharap, semua Ketua RW kompak menyampaikan usulan yang relevan dengan penanganan banjir. ”Alangkah bagusnya, semua RT dan RW, drainase saja kita usulkan,” ucapnya.
”Banyak saluran air yang tersumbat, sehingga air tidak tembus keluar,” tambahnya.
Lalu Ketua RW 002, Karsali, mengusulkan peningkatan insentif dan penambahan fasilitas untuk kader posyandu.
Menurutnya hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas layanan kesehatan di tingkat kelurahan.
”Saya dengar Rp100 ribu per bulan kasian insentifnya,” ucapnya.
Sementara Ketua RW 003 sampai Ketua 007, sama-sama mengusulkan perbaikan jalan dan pengerukan drainase di wilayahnya.
Ketua RW 004, Sophian Badollahi, mengatakan jalan rusak di wilayahnya sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Kata dia, kerusakannya sudah sangat parah.
Lalu Ketua RW 005, Nurhayati Tommi, menyebut jalanan rusak di wilayahnya sudah berulangkali diusulkan namun tak kunjung dikerjakan.
”Drainase juga harus dikeruk agar tidak buntu,” ucapnya.
Dalam acara musrenbang ini, hadir Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli.
Kedatangannya untuk mendengar langsung aspirasi warga sebelum ia sebagai legislator mengawalnya ke level perencanaan tingkat lanjut.
Legislator PPP tersebut menanggapi seluruh usulan yang berkembang, baik terkait perbaikan jalan, pengerukan drainase, dan insentif kader posyandu, dan menegaskan segera menindaklanjutinya.
Fasruddin Rusli meminta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar yang juga hadir dalam forum untuk mencatat dan menindaklanjuti usulan warga tersebut.
”Alhamdulillah usulan warga sudah kami tampung, baik drainase atau paving blok yang bertahun-tahun tidak dikerjakan, dan alhamdulilah kami mediasi, untuk dianggarkan di tahun 2027,” katanya.
Bahkan, Fasruddin Rusli Anggota DPRD Kota Makassar, menegaskan akan mempercepat realisasi usulan sebelum tahun 2027.
”Tapi kalau bisa dikerjakan tahun 2026, kenapa tidak,” tambahnya.
Lurah Buakana Yusrina berterima kasih atas peran seluruh ketua RT dan RW menampung usulan warga di wilayahnya. Ia menegaskan akan mengawal usulan ini ke jenjang lebih lanjut.
”Usulan warga akan kami tindaklanjuti kawal ke tingkat kecamatan. Ke depannya insyaallah, terealisasi, dengan bantuan dukungan seluruh pihak,” ucapnya. (*)
