MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Upacara Peringatan Hari Dharma Samudra Tahun 2026 yang digelar di Dermaga Layang Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI), Kamis (15/1/2026).
Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan TNI Angkatan Laut yang gugur dalam peristiwa heroik Pertempuran Laut Arafura. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang nilai-nilai pengabdian, keberanian, dan loyalitas dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Komandan Kodaeral VI Laksamana Pertama TNI Dr. Arya Delano, S.E., M.Pd., M.Han., memimpin jalannya upacara yang diikuti jajaran prajurit TNI Angkatan Laut, unsur Forkopimda, serta tamu undangan dari berbagai instansi.
Usai upacara, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa peringatan Hari Dharma Samudra tidak sekadar seremonial, melainkan sarat dengan nilai refleksi atas perjuangan para pahlawan laut yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
“Hari Dharma Samudra adalah pengingat bagi kita semua akan besarnya pengorbanan para pahlawan laut. Semangat keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air ini harus terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Aliyah.
Ia juga mengapresiasi peran strategis TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan maritim, khususnya di kawasan Indonesia Timur, serta menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI.
“Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan daerah, serta memastikan laut sebagai ruang kehidupan yang aman dan berdaulat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan peringatan kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah dalam suasana penuh keakraban, sebagai wujud silaturahmi dan penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan jajaran TNI Angkatan Laut.
Peringatan Hari Dharma Samudra Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum bersama untuk meneguhkan semangat juang, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. (*)
