MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Di era di mana informasi mampu melesat lebih cepat daripada proyektil peluru, Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) mengambil langkah strategis untuk menguasai medan tempur non-fisik. Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026, Kodaeral VI resmi menggelar Latihan Dinas Dalam (LDD) Pengelolaan Media Sosial dan Konten Digital yang berlangsung di Auditorium Lt. 2 Ladokgi Yos Sudarso, Selasa (10/02/2026).
Langkah progresif ini membuktikan bahwa TNI Angkatan Laut tidak hanya tangguh di lautan, tetapi juga siap mendominasi narasi di ruang digital. Pelatihan yang diinisiasi oleh Dinas Penerangan (Dispen) Kodaeral VI bekerja sama dengan Ladokgi Yos Sudarso ini dijadwalkan berlangsung intensif selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Februari 2026.
Mewakili Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, Kadispen Kodaeral VI Letkol Marinir Amir Saipan, menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital adalah harga mati bagi organisasi militer modern.
“Dunia hari ini tidak lagi dibatasi oleh sekat fisik. Informasi bergerak lebih cepat daripada peluru. Oleh karena itu, kemampuan mengelola media sosial bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan strategis organisasi,” tegas Kadispen Kodaeral VI
Dalam instruksinya, Kadispen menekankan tiga pilar utama bagi para “Prajurit Digital” Kodaeral VI, yaitu Adaptasi Teknologi (melek digital untuk citra positif), Kreativitas & Akurasi (konten menarik namun tetap menjaga rahasia negara), serta Counter-Opini (melawan hoaks dan menjaga kondusifitas siber).
Kurikulum Komplet dan Pemateri Handal Para peserta yang terdiri dari Prajurit dan PNS perwakilan Satker Kodaeral VI serta Ladokgi Yos Sudarso tidak hanya diajarkan cara memotret, tetapi dibekali strategi tempur digital yang komprehensif. Materi pelatihan dibawakan langsung oleh para pemateri yang telah berpengalaman luas dalam dunia maya serta memiliki keahlian handal dalam dunia kemiliteran, menjamin setiap arahan relevan dengan kebutuhan operasional TNI AL yaitu Letkol Mar Ready Oktapriadi, dan Tajuddin M. Taufik.
Kurikulum pelatihan mencakup Branding Institusi TNI AL dan Etika Komunikasi Digital, Pembuatan Konten Edukasi Kemaritiman yang Viral namun Edukatif, Manajemen Krisis Digital dan Keamanan Informasi (Cyber Security), Teknik Fotografi, Videografi Militer, hingga Praktik Presenter profesional.
“Serap ilmu dengan maksimal agar Kodaeral VI semakin adaptif, profesional, dan dicintai rakyat melalui narasi-narasi digital yang positif,” pungkas Kadispen di akhir sambutannya.
Dengan pelatihan ini, Kodaeral VI siap memastikan bahwa setiap prajurit adalah juru bicara yang cerdas, mampu menjaga kedaulatan informasi nasional, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI AL dengan rakyat di jagat maya. (*)
