MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Menyambut bulan suci Ramadan, Mal Ratu Indah (MaRI) kembali menghadirkan program tahunan bertajuk MaRI Ramadan Raya 2026 sebagai ruang kebersamaan dan refleksi spiritual bagi masyarakat Kota Makassar. Tahun ini, MaRI mengangkat tema “Serambi Madinah”, terinspirasi dari kearifan budaya Gorontalo yang dikenal sebagai wilayah religius di kawasan timur Nusantara.
Program Ramadan tahunan ini secara konsisten menghadirkan kekayaan budaya Indonesia dalam balutan nilai-nilai keislaman. Setelah menampilkan pesona Lombok pada 2023, nuansa Borneo di 2024, serta keindahan Surau Aceh pada 2025, kini MaRI mengajak pengunjung mengenal lebih dekat budaya Gorontalo yang menjadikan agama sebagai fondasi kehidupan sosial dan adat istiadat masyarakatnya.
Melalui tema tersebut, Ramadan dihadirkan bukan sekadar perayaan musiman, melainkan ruang refleksi, pembelajaran, serta kebersamaan yang hangat di tengah dinamika perkotaan. Pengunjung akan disambut dekorasi tematik khas Gorontalo yang menghadirkan atmosfer “Serambi Madinah”, menciptakan pengalaman Ramadan berbeda bagi keluarga yang berkunjung ke pusat perbelanjaan ini.
Fashion Muslim hingga Pertunjukan Budaya
Rangkaian MaRI Ramadan Raya 2026 diramaikan berbagai kegiatan yang memadukan unsur budaya, fashion, dan hiburan bernuansa Ramadan. Salah satu agenda utama adalah MaRI Muslim Fashion Wear 2026, hasil kolaborasi dengan komunitas modelling Makassar.
Kegiatan ini menghadirkan peragaan busana dari pelaku UMKM lokal serta tenant fashion MaRI sebagai ruang apresiasi industri kreatif sekaligus inspirasi gaya berbusana Ramadan bagi pengunjung. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Maret 2026 di Main Atrium MaRI.
Nuansa budaya Gorontalo juga akan terasa melalui program MaRI Menari, yang menampilkan tarian tradisional Dana-Dana khas Gorontalo. Pertunjukan ini akan digelar pada 28 Februari dan 3 Maret 2026, memperkenalkan kekayaan budaya timur Indonesia kepada masyarakat Makassar dan sekitarnya.
Hiburan Religi dan Bazar Kuliner Ramadan
Sepanjang bulan suci, MaRI turut menghadirkan program MaRI dalam Nada Spesial Ramadan, berupa sajian musik religi dan penampilan akustik yang menghadirkan suasana syahdu dan menenangkan di area mal.
Selain itu, bazar kuliner Ramadan di Public Plaza MaRI menjadi salah satu daya tarik utama. Beragam pilihan menu berbuka puasa dihadirkan untuk menciptakan ruang berkumpul yang hangat bagi masyarakat yang ingin menikmati momen Ramadan bersama keluarga maupun sahabat.
Antisipasi Lonjakan Pengunjung
Operational Manager MaRI, Agusta Palapa Gobel, menyampaikan bahwa manajemen telah melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung selama Ramadan.
“Setiap tahun kami mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan selama Ramadan. Karena itu, kami menyiapkan personil tambahan di berbagai titik operasional, meningkatkan patroli keamanan, serta memastikan seluruh utilitas dan fasilitas gedung dalam kondisi prima, mulai dari area parkir, AC, lift, eskalator hingga toilet agar pengunjung merasa nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian khusus juga diberikan pada area kuliner yang menjadi pusat aktivitas saat waktu berbuka puasa.
“Khusus di SAO Food Court, kami menambahkan perlengkapan makan serta personil tambahan, terutama pada jam-jam padat seperti waktu berbuka puasa, sehingga pengunjung tetap nyaman dan terlayani dengan baik,” tambahnya.
Ramadan sebagai Ruang Kebersamaan
MaRI Ramadan Raya 2026 tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan musiman, tetapi juga ruang untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan kembali esensi Ramadan di tengah kehidupan kota.
Dengan mengangkat kearifan Gorontalo sebagai “Serambi Madinah”, MaRI berharap dapat terus menjadi destinasi pilihan keluarga dalam merayakan Ramadan — bukan sekadar pusat aktivitas, tetapi ruang yang menghadirkan nilai, budaya, dan kebersamaan bagi masyarakat Makassar.
