Hadiri Haul ke-58 Guru Tua, Gubernur Sulteng Ajak Lanjutkan Perjuangan Pendidikan dan Akhlak

PALU, NEWSURBAN.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, hadiri Haul ke-58 Guru Tua Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4), yang berlangsung dengan penuh khidmat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN RI Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochamad Afifuddin, Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, Ketua TP-PKK Sry Nirwanti Bahasoan, unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Sulteng, serta jajaran pengurus Alkhairaat dan Abnaul Khairaat.

Peringatan wafat ulama kharismatik yang dikenal sebagai Guru Tua ini mengusung tema “Meneguhkan Spirit Keteladanan Guru Tua dalam Bingkai Ilmu dan Akhlak”, yang menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan akhlak sebagai fondasi peradaban.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat dalam haul merupakan bentuk kecintaan terhadap Guru Tua.

“Kalau kita benar-benar cinta Guru Tua, maka bukan hanya hadir di haul atau memasang foto beliau, tetapi bagaimana kita melanjutkan perjuangan beliau di mana pun kita berada dan apa pun profesi kita,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, Guru Tua telah meletakkan fondasi dan arah (roadmap) kemajuan peradaban melalui pendidikan sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, pendidikan menjadi satu-satunya jalan untuk mengubah nasib dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini tengah menggodok peraturan daerah terkait program wajib belajar 13 tahun, agar Madrasah Diniyah Awaliyah dapat terintegrasi dalam sistem pendidikan formal serta memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah.

Gubernur juga mengutip pesan almarhum Saggaf bin Muhammad Al-Jufri yang mendorong kepedulian masyarakat untuk memperhatikan kesejahteraan para guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Selain itu, ia mengungkapkan rencana penataan kawasan haul agar lebih representatif, nyaman, dan tertata bagi para jamaah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah berkoordinasi dengan Universitas Tadulako dalam merancang desain kawasan yang lebih sejuk dan tertib.

Menutup sambutannya, Gubernur kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melanjutkan perjuangan Guru Tua, khususnya dalam memperkuat pendidikan berbasis ilmu dan akhlak.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau kita cinta Guru Tua, mari kita lanjutkan perjuangannya melalui pendidikan dan akhlak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Guru Tua merupakan sosok ulama yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk dakwah dan pendidikan umat.

Ia menggambarkan perjuangan Guru Tua dalam menyebarkan dakwah ke berbagai wilayah, seperti Maluku Utara dan Kalimantan, di tengah keterbatasan sarana transportasi dan medan perjalanan yang berat.

“Bayangkan bagaimana perjuangan beliau di masa itu. Perjalanan penuh keterbatasan, namun beliau tetap memangkas kenikmatan hidup demi menyampaikan kebaikan. Dari situlah kita belajar bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berbagi untuk sesama,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan Haul ke-58 ini, diharapkan masyarakat dapat terus meneladani perjuangan Guru Tua serta melanjutkan dakwah, pendidikan, dan pembentukan akhlak generasi mendatang. Sejalan dengan tema haul, ilmu dan akhlak diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemajuan peradaban. (*)

SUMBER: HUMAS PEMPROV SULTENG

Exit mobile version