Pemprov Sulteng Perkuat Keamanan Siber, Diskominfosantik Terima Audiensi BSSN untuk Pengukuran PTKKS

PALU, NEWSURBAN.ID – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah (Diskominfosantik Sulteng) menerima audiensi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber dan Sandi (PTKKS), yang berlangsung di Ruang Kerja Kepala Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Selasa (7/4/2026).

Audiensi tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah, Suandi, didampingi Sekretaris Dinas Wahyu Agus Pratama, serta para kepala bidang, yakni Kabid Persandian Rosita Huraerah, Kabid Aptika Mohammad Rusli, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Fikri Latjuba, dan Kabid Statistik Keong Makalalag.

Sementara itu, dari pihak BSSN hadir Sandiman Ahli Muda pada Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Deputi III Ibnu Try Rosadi, Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi Wandika Piopanni, serta Pengolah Data dan Informasi Rosdiana Lukitawati.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola keamanan informasi sekaligus meningkatkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman siber yang kian berkembang. Dalam kesempatan tersebut, BSSN juga menyampaikan adanya perubahan instrumen penilaian, di mana mulai tahun 2027 pengukuran akan difokuskan pada satu indikator utama, yakni Indeks Keamanan Siber dan Sandi (IKASANDI), menggantikan beberapa indeks sebelumnya seperti Indeks Keamanan Informasi (IKAMI).

Kepala Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah, Suandi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan BSSN dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Melalui penilaian ini, kami mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait tingkat kematangan keamanan siber dan sandi, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Kominfosantik, Wahyu Agus Pratama, menekankan pentingnya konsistensi dalam penginputan data serta keterlibatan seluruh bidang terkait agar sistem tetap berjalan optimal, meskipun terjadi pergantian personel.

“Konsistensi pengelolaan data dan kolaborasi lintas bidang, khususnya persandian dan statistik, menjadi kunci keberlanjutan sistem. Selain itu, berbagai insiden siber yang pernah terjadi harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP),” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan BSSN dalam mewujudkan ekosistem keamanan siber nasional yang tangguh dan berkelanjutan. (*)

Sumber: PPID Dinas Kominfosantik Provinsi Sulteng

Exit mobile version