MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Sekolah Islam Athirah memperingati milad ke-42 dengan mengusung tema “Bersama Menginspirasi Bangsa” sebagai penegasan komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing. Momentum ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang lembaga yang terus berkembang dan berkontribusi bagi dunia pendidikan.
Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan menjadi fondasi utama dalam perjalanan Athirah, yang dibangun dari nilai syukur, sabar, dan cinta.
“Alhamdulillah, di usia ke-42 ini, Athirah terus berkembang dengan berbagai capaian yang patut disyukuri,” ujarnya dalam konferensi pers di Kampus Athirah Kajaolalido, Makassar, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, ia menjelaskan bahwa jaringan pendidikan Athirah kini telah tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kajaolalido, Bukit Baruga, dan Bone. Ke depan, pengembangan akan diperluas ke beberapa daerah lain, antara lain Maros, Parepare, Kendari, dan Palu.
Dari sisi jumlah peserta didik, Athirah mencatat hampir 4.000 siswa dengan dukungan lebih dari 600 guru dan karyawan. Sementara itu, capaian akademik menunjukkan tren positif. Tahun ini, sebanyak 57 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 32 siswa. Dari jumlah tersebut, 19 siswa diterima di Universitas Indonesia.
Tidak hanya itu, siswa Athirah juga aktif meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional, termasuk dalam ajang olimpiade serta penelitian pelajar. Dengan demikian, capaian ini memperkuat posisi Athirah sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan.
Di sisi lain, Syamril menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh civitas sekolah. Ia menyebutkan bahwa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan.
Seiring perkembangan zaman, Athirah juga terus melakukan transformasi digital. Sekolah ini mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi melalui penguatan ICT yang terintegrasi. Tidak hanya berfokus pada perangkat, tetapi juga pada sistem pembelajaran yang mendukung efektivitas proses belajar.
“Kami mengembangkan software dan hardware secara bersamaan serta melengkapi ruang kelas dengan perangkat digital,” jelasnya.
Bahkan, sistem digital yang diterapkan mampu mengakomodasi lebih dari 2.000 siswa dalam pelaksanaan tes secara bersamaan di tiga wilayah. Selain itu, Athirah juga menjalin kerja sama dengan Google dalam pengembangan layanan pendidikan digital.
Sementara itu, rangkaian kegiatan milad telah disusun secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen sekolah. Kegiatan tersebut mencakup bidang pendidikan, olahraga, seni, hingga sosial. Aktivitas seperti seminar, bakti sosial, serta program keagamaan seperti tahfiz dan tafsir turut menjadi bagian dari perayaan.
Ketua Panitia Milad ke-42 Athirah, Riska Nursalam, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang. Ia menambahkan bahwa puncak perayaan akan digelar pada Sabtu (25/4/2026) dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari siswa, guru, orang tua, dan alumni.
“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan milad tetap berjalan beriringan dengan proses pembelajaran. Setiap hari, aktivitas dimulai dengan kegiatan Al-Qur’an sebelum dilanjutkan dengan pembelajaran seperti biasa.
Melalui peringatan milad ke-42 ini, Sekolah Islam Athirah tidak hanya merayakan usia, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus berinovasi. Dengan demikian, Athirah diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
