OJK Edukasi Mahasiswa di Ambon soal Risiko Kripto, Dorong Literasi Keuangan Digital

AMBON, NEWSURBAN.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi keuangan digital kripto di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi langsung di perguruan tinggi.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat, khususnya mahasiswa, lebih memahami risiko investasi aset digital dan kripto secara aman, rasional, serta bertanggung jawab.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan pentingnya pemahaman yang kuat di tengah pesatnya perkembangan industri kripto.

“Perkembangan aset kripto yang sangat cepat harus diimbangi dengan pemahaman memadai. Masih banyak masyarakat terjebak investasi ilegal, penipuan digital, hingga kehilangan aset akibat rendahnya kesadaran keamanan,” ujarnya dalam kuliah umum Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Pattimura, Senin (4/5/2026).

Literasi Keuangan Digital Kripto Jadi Kunci Investasi Aman

Dalam paparannya, Adi menjelaskan bahwa literasi keuangan digital kripto menjadi kunci utama untuk menghindari risiko besar di sektor ini.

Ia mengingatkan bahwa aset kripto memiliki karakteristik high risk high return dengan volatilitas harga yang tinggi. Risiko lain juga meliputi keamanan digital, perubahan regulasi, potensi penipuan, hingga faktor psikologis investor.

Karena itu, keputusan investasi tidak boleh hanya didasarkan pada tren atau potensi keuntungan semata. Pemahaman fundamental terkait mekanisme dan risiko aset kripto menjadi hal yang wajib dimiliki sebelum berinvestasi.

Pertumbuhan Kripto Indonesia Melesat, Risiko Ikut Meningkat

OJK mencatat, perkembangan aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga Februari 2026, jumlah pengguna kripto telah menembus lebih dari 21 juta akun. Sementara itu, sepanjang 2025, nilai transaksi kripto mencapai Rp482,23 triliun.

Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi digital, namun juga diiringi dengan peningkatan risiko yang perlu diantisipasi melalui edukasi yang berkelanjutan.

Mahasiswa Jadi Agen Literasi Keuangan Digital

OJK menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen literasi dalam menyebarkan pemahaman terkait literasi keuangan digital kripto kepada masyarakat luas.

Dengan pengetahuan yang tepat, generasi muda diharapkan mampu membantu mengurangi potensi kerugian akibat investasi ilegal serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap ekosistem keuangan digital.

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, edukasi menjadi sangat penting di tengah perkembangan sektor keuangan yang berlangsung lebih cepat dibandingkan regulasi.

“Mahasiswa perlu dibekali pemahaman kuat agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak terjebak dalam risiko investasi digital,” katanya.

Ambon Jadi Fokus Pemerataan Literasi Digital

Pemilihan Ambon sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya pemerataan literasi keuangan digital di kawasan Timur Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi rangkaian Bulan Literasi Kripto (BLK) yang digelar OJK di berbagai daerah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, Provinsi Maluku masih menghadapi kesenjangan antara indeks inklusi keuangan sebesar 81,04 persen dan literasi keuangan yang baru mencapai 40,78 persen.

Kolaborasi OJK Perkuat Edukasi Keuangan Digital

Kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) ini diikuti sekitar 400 mahasiswa dan sivitas akademika serta menghadirkan berbagai narasumber dari regulator dan pelaku industri.

Melalui program ini, OJK memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi guna mendorong masyarakat lebih cerdas secara finansial, aman dalam beraktivitas digital, serta matang dalam mengambil keputusan investasi.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi keuangan digital kripto agar tercipta ekosistem keuangan digital yang sehat, stabil, dan berkelanjutan di Indonesia.

Edukasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan di Ambon menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi keuangan digital kripto, khususnya di kalangan generasi muda.

Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu berinvestasi secara bijak, terhindar dari penipuan, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya.

Exit mobile version