Tiga warga Sulsel Korban Konflik Internasional, 2 Disandera di Somalia, 1 ditahan Israel, PB HMI: Presiden Prabowo dan Komisi I DPR RI Harus Mengambil Langkah Tegas

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Tiga warga Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjadi korban konflik internasional menunggu langkah cepat Presiden Prabowo Subianto, untuk bisa kembali bebas. Mereka terjebak dalam dua konflik berbeda di luar negeri.

Dua di antaranya menjadi korban pembajakan kapal tanker MT Honour 25 di perairan Somalia.

Sementara satu lainnya ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Ketiga warga Sulsel tersebut adalah Ashari Samadikun, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal second officer asal Kabupaten Bulukumba, serta Andi Angga Prasadewa, relawan Rumah Zakat asal Makassar dengan orangtua berasal dari Kabupaten Luwu.

Dua nama pertama kini masih berada dalam penyanderaan perompak Somalia.

Sedangkan Andi Angga bersama delapan WNI lainnya ditahan pasukan Israel usai kapal misi kemanusiaan yang mereka tumpangi dicegat di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur.

Kasus pertama menimpa empat awak kapal WNI di kapal tanker MT Honour 25 yang dibajak perompak Somalia sejak 21 April 2026. Mereka ialah Ashari Samadikun sebagai kapten kapal, Wahudinanto sebagai chief officer, Adi Faizal sebagai second officer, serta Fiki Mutakin.

Ashari diketahui merupakan pelaut asal Kabupaten Gowa dan alumni Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.

Sementara Adi Faizal berasal dari Kabupaten Bulukumba.

Relawan asal Makassar, selain itu Andi Angga Prasadewa berasal dari luwu utara, ikut menjadi korban penahanan pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Andi Angga dengan 8 WNI lainnya merupakan delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dari Rumah Zakat. Ia berada di kapal Josef bersama sejumlah relawan dan jurnalis Indonesia dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Misi tersebut bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang selama berbulan-bulan berada di bawah blokade dan agresi militer Israel.

Namun di tengah perjalanan, armada kapal sipil tersebut dicegat pasukan Israel di perairan internasional dekat Siprus pada Senin (18/5/2026).

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Ketua Bidang Hubungan Internasional Muhammad Arsyi Jailolo, yang merupakan Putra Sulawesi Selatan, meminta Presiden Prabowo dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, untuk segera melakukan pergerakan cepat dan langkah tegas dalam menyelamatkan seluruh WNI yang menjadi korban Sandra Perompak Somalia dan Juga Korban penahanan Militer Israel saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Selain itu Komisi 1 DPR RI sebagai Parlementer Diplomasi, harus bergerak menkonsolidasikan bersama Presiden RI dan Menlu, dalam langkah tegas mengambil proses pembebasan dan pemulangan para WNI, tegas mantan Ketum HMI Cabang Makassar Tersebut.

“Kita pernah membebaskan MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perombak Somalia pada tahun 2011, selain diplomasi pemerintah saat itu, dan perjuangan TNI bersama tim gabungan dalam membebaskan sanra adalah cara yang dilakukaan saat itu, kami rasa langkah konkret negara harus ambil, bersamaan dengan WNI kita yang ditahan oleh militer Israel, diplomasi tegas dan langkah Pemerintah Indonesia kepada PBB dan Negara sekutu Israel, harus cepat dilakukan, karena WNI kita melaksanakan perjalanan kemanusiaan, membawa bantuan ke Gaza Palestina”.

Hukum humaniter Internasional harus dihargai, jika tidak ini mengakibatkan lemahnya Hukum Internasional, yang harus menjadi awal cara memanusiakan manusia.

Khusus untuk tiga warga provinsi Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, harus melakukan pengawalan kepada keluarga korban, pendampingan khusus tentunya. Jelas Muhammad Arsyi. (*)

Exit mobile version