Siswa SMP Islam Athirah Bone Ciptakan Gim “Detektif Antikorupsi”, Raih Juara Nasional AI Game Hackathon 2026

Abyan dan Azka Harumkan Bone Lewat Gim Edukasi Antikorupsi Berbasis AI

BONE, NEWSURBAN.ID — Dua siswa SMP Islam Athirah Bone, Abyan Hendra Pratama dan Muhammad Azka Dhiyaulhaq, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Keduanya sukses meraih Juara III dalam ajang Lomba Cipta Game Nasional 2026 Powered by Artificial Intelligence kategori SMP bertema “Indonesia Tanpa Korupsi: The Game Makers Movement”.

Kompetisi nasional tersebut diselenggarakan oleh Clevio Innovator Camp dengan dukungan Yayasan PADI Berdaya Improve Foundation, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Asosiasi Game Indonesia. Rangkaian Game Hackathon Online berlangsung pada 9–18 Mei 2026 dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang merancang serta mengembangkan gim secara mandiri sesuai ide dan kreativitas masing-masing. Setelah melalui proses kurasi, finalis terbaik dipilih untuk mempresentasikan karya mereka secara hybrid di Mall Ciputra Cibubur dan melalui Zoom Meeting.

Abyan dan Azka tampil memukau lewat gim edukasi bertajuk “Detektif Antikorupsi”. Gim ini mengusung konsep petualangan investigasi yang memadukan unsur edukasi antikorupsi dengan gameplay modern dan interaktif.

Dalam permainan tersebut, pemain berperan sebagai detektif yang bertugas membongkar praktik korupsi melalui berbagai misi rahasia dan tantangan investigasi. Gim dilengkapi beragam fitur menarik seperti stealth system, investigasi kasus, hacking mini-game, musuh patroli, dialogue system, hingga multiple ending yang membuat alur cerita berubah sesuai keputusan pemain.

Untuk memperkuat pengalaman bermain, gim ini juga menghadirkan efek hujan, suara atmosferik, dan visual pixel art modern sehingga terasa lebih hidup dan imersif.

Keunggulan utama karya dua pelajar asal Sulawesi Selatan ini terletak pada konsep edukatif yang dikemas ringan, interaktif, dan dapat dimainkan langsung melalui browser.

Menurut Abyan dan Azka, isu korupsi sering dianggap membosankan oleh kalangan muda jika hanya dipelajari melalui buku teks. Karena itu, mereka mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui media gim digital.

“Lewat gim ‘Detektif Antikorupsi’, kami ingin mengubah pemahaman nilai kejujuran dan bahaya korupsi menjadi sebuah gim petualangan yang seru, interaktif, serta menantang untuk dimainkan oleh generasi muda,” ujar keduanya.

Guru Informatika sekaligus pembimbing tim SMP Islam Athirah Bone, Mutiara, mengaku bangga atas perjuangan para siswa selama proses hackathon berlangsung. Ia menyebut tim sempat menghadapi kendala teknis dalam sistem pemrograman, namun mampu menyelesaikan gim tersebut dengan baik.

“Alhamdulillah, mereka mampu menyelesaikan gim ini dengan sangat baik. Meski sempat terkendala error program, kerja keras mereka membuahkan hasil. Semoga prestasi ini memotivasi Abyan dan Azka untuk terus mengasah kemampuan coding-nya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Islam Athirah Bone, Nuraeni, menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas digital generasi muda dapat menjadi sarana edukasi yang inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan mampu mendorong siswa menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi publik luas.

Exit mobile version