PALU, NEWSURBAN.ID โ Sasakawa Peace Foundation (SPF) bertemu Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk wawancara penyusunan Palu Booklet. Fokusnya: dokumentasi praktik penguatan ekonomi inklusif pasca-bencana di Kota Palu.
Dr. Dissa Syakina Ahdanisa, Program Officer SPF, menyebut pertemuan ini merekam pembelajaran dari upaya pemulihan ekonomi kota. Diskusi berlangsung hangat dan menyentuh arah kepemimpinan serta kebijakan strategis pembangunan ekosistem ekonomi yang adil.
Libatkan Pemuda dan Disabilitas
Wali Kota Hadianto Rasyid menegaskan kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Peran anak muda dan penyandang disabilitas disebut krusial untuk pemulihan ekonomi yang berkeadilan. Ia juga mengapresiasi inisiatif SPF yang memperkuat kapasitas masyarakat lewat program inklusif.
Sebagai dukungan, Hadianto merekam video ajakan bagi generasi muda Palu untuk bergabung di SEED for Palu 2026. Program ini sebelumnya sudah roadshow di Universitas Tadulako (UNTAD) dan bertujuan menumbuhkan kewirausahaan sosial. Targetnya: anak muda Palu bisa menciptakan solusi untuk tantangan sosial-ekonomi daerah.
Pelatihan ASN dan Wirausaha Disabilitas
Selain SEED, SPF bersama Sikola Mombine akan menggelar pelatihan pengarustamaan inklusi disabilitas untuk 100 ASN Kota Palu. Pesertanya lurah, camat, dan kepala OPD. Tujuannya memperkuat birokrasi agar perspektif disabilitas masuk ke kebijakan dan layanan publik.
SPF juga menyiapkan pelatihan wirausaha bagi perempuan penyandang disabilitas dan program peningkatan kapasitas tenaga kerja disabilitas. Harapannya, peluang ekonomi lebih terbuka dan penyandang disabilitas jadi pelaku aktif pembangunan daerah. (ysw/*)
