MEDAN, NEWSURBAN.ID – Pemerintah Kota Makassar, kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam bidang transformasi digital dan pelayanan publik, pada forum resmi hajatan tahunan.
Kali ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, dipercaya menjadi salah satu narasumber pada Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) yang merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di Hotel Aryaduta Medan, Rabu (1/7/2026).
Di hadapan kepala dinas komunikasi dan informatika serta delegasi pemerintah kota se-Indonesia, Muhammad Roem memaparkan inovasi LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar).
Terminologinya, sebuah platform digital yang mengintegrasikan layanan pengaduan masyarakat dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terukur.
“Pada forum ini saya memaparkan tentang LONTARA+. Saya berbagi pengalaman mengenai bagaimana program ini berjalan di Kota Makassar,” katanya.
“Sehingga masyarakat kini lebih mudah menyampaikan pengaduan dan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait,” sambung Roem.
Kepercayaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan transformasi digital yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Roem menjelaskan, LONTARA+ merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, pada 2025.
“Dengan platform ini, kehadiran pemerintah dalam pelayanan publik menjadi semakin dekat dengan masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran LONTARA+ menjadi bagian penting dari proses transformasi digital yang bertujuan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
“Warga memperoleh kemudahan dalam mengakses berbagai layanan publik hanya melalui satu aplikasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, jebolan Doktor Unhas Makassar itu menambahkan, aplikasi LONTARA+ merupakan satu dari tujuh program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efektif, transparan, dan mudah diakses.
Dalam forum tersebut, Roem juga menjelaskan bahwa setiap bulan ribuan aduan masyarakat diterima melalui LONTARA+ dan langsung diteruskan kepada OPD yang berwenang untuk ditindaklanjuti.
“Setiap ad alaporan akan dindaklanjuti, seluruh OPD bergerak bersama sehingga masyarakat dapat menerima pelayanan publik secara cepat, tepat, dan efektif,” ungkpanya.
Laporan yang masuk sangat beragam, mulai dari jalan rusak, lampu lorong yang padam, persoalan air bersih, persampahan, drainase, pohon tumbang, gangguan ketertiban, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Dikatakan, keberhasilan implementasi LONTARA+ tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga komitmen seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan yang responsif kepada masyarakat.
“Keberhasilan program ini tidak lepas dari kepemimpinan Bapak Wali Kota yang memiliki komitmen kuat dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar,” beber Roem.
Dia mengatakan, aplikasi LONTARA+ juga memberikan kemudahan bagi masyarakat karena dapat diakses secara gratis selama 24 jam setiap hari.
Melalui sistem yang terintegrasi, setiap laporan masyarakat dapat dipantau proses penyelesaiannya sehingga pelayanan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Paparan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta Forum Komdigi, banyak Kepala Dinas Kominfo dari berbagai kota anggota APEKSI mengajukan pertanyaan.
Diantarnaya, mengenai strategi Pemerintah Kota Makassar dalam membangun koordinasi lintas OPD sehingga setiap pengaduan masyarakat dapat diselesaikan dengan cepat.
“Banyak yang bertanya mengenai pola koordinasi antar-OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan, hingga bagaimana komitmen pimpinan daerah dibangun agar seluruh perangkat daerah memiliki semangat yang sama dalam menjalankan transformasi digital,” ungkapnya.
Bahkan, lanjut Roem, sejumlah pemerintah kota menyatakan ketertarikannya untuk datang ke Kota Makassar guna mempelajari secara langsung penerapan LONTARA+ sebagai salah satu praktik baik pelayanan publik berbasis digital.
Ia menyambut baik antusiasme tersebut, semoga kolaborasi antardaerah melalui APEKSI dapat semakin memperkuat transformasi digital pelayanan publik di Indonesia.
“Kami, Kota Makassar siap berbagi pengalaman agar inovasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi daerah lain,” tutupnya. (*)
