PANGKEP, NEWSURBAN.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menggelar Seminar Program Kerja di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, pada Selasa (7/7/2026).
Melalui kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tompo Bulu ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi mengoptimalkan potensi desa.
Dorong Sektor Pariwisata dan Kemandirian Ekonomi Lokal
Dalam pemaparannya, kelompok mahasiswa KKN Unhas memperkenalkan program kerja unggulan bertajuk “Penguatan Desa Wisata Tompo Bulu Melalui Pemetaan Potensi Wisata dan Branding UMKM Lokal.”
Program ini dirancang secara khusus untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata desa sekaligus meningkatkan daya saing produk pelaku usaha mikro melalui penguatan identitas visual dan digitalisasi.
Selain program kelompok, mahasiswa juga menghadirkan tujuh program kerja individu yang menyasar berbagai sektor penting, di antaranya:
- Gen Cerdas Memilih: Edukasi pemilih pemula untuk meningkatkan literasi demokrasi dan partisipasi politik.
- Policy Brief Desa: Penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis kebutuhan wilayah.
- Edukasi K3 Kelistrikan: Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis kelistrikan bagi siswa/i SMAN 19 Pangkep.
- Inovasi Pertanian: Demonstrasi seleksi benih padi bernas dengan metode air garam.
- Pemanfaatan Limbah: Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis air cucian beras.
- Digital Marketing: Pelatihan pembuatan konten promosi digital untuk pelaku UMKM desa.
- Pemetaan Wilayah: Pemetaan titik wisata dan potensi sumber penghasilan masyarakat Desa Tompo Bulu.
Dapat Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa dan Aparat Keamanan
Seminar yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh sekitar 33 peserta, termasuk Kepala Desa Tompo Bulu beserta perangkatnya, para Kepala Dusun, Ketua RT/RK, BPD, perwakilan SMAN 19 Pangkep, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga Bhabinkamtibmas.
Kepala Desa Tompo Bulu menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa program kerja yang dibawa merupakan hasil kolaborasi nyata antara arahan akademik dosen pembimbing dengan kebutuhan riil di lapangan.
”Kami berharap masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Sementara untuk mahasiswa, diharapkan aktif membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat selama satu bulan masa pengabdian,” ujar Kepala Desa.
Di sisi lain, Sekretaris Desa memberikan arahan taktis agar program kerja yang dijalankan tetap realistis secara anggaran dan waktu. Ia juga menyarankan mahasiswa untuk mengunjungi Kampung Minggi agar bisa mengenal lebih dekat karakteristik wilayah Tompo Bulu.
Dukungan keamanan juga datang dari Bhabinkamtibmas Desa Tompo Bulu, AIPTU Abd. Azis. Selain berharap ilmu mahasiswa membawa manfaat nyata, ia mengingatkan pentingnya koordinasi di lapangan.
“Segera hubungi Bhabinkamtibmas maupun Babinsa apabila menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan keamanan di lapangan,” imbaunya.
Diskusi Interaktif: Warga Beri Masukan Konstruktif
Seminar berjalan dinamis saat memasuki sesi diskusi. Masyarakat dan perangkat desa memberikan berbagai masukan penting untuk menajamkan program kerja mahasiswa, antara lain:
- Perluasan Sasaran K3 Kelistrikan: Meminta agar edukasi penanganan awal korsleting listrik juga diberikan kepada warga umum, tidak terbatas pada siswa sekolah saja.
- Kolaborasi Wisata: Menyarankan sinergi langsung dengan Kepala Wisata Desa Tompo Bulu, Irwandi, untuk program desa wisata.
- Teknologi Pemetaan: Mengusulkan pemanfaatan Google Earth untuk memetakan jalur penghubung antarkampung dan fasilitas umum agar data lebih komprehensif.
- Kontribusi Tambahan: Mendorong mahasiswa terlibat dalam inovasi produk BUMDes, pemenuhan kebutuhan desain promosi desa, hingga berpartisipasi sebagai panitia HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
Langkah awal ini menjadi komitmen bersama antara mahasiswa KKN Tematik Unhas dan warga Desa Tompo Bulu untuk berjalan beriringan membawa perubahan positif selama masa pengabdian.(*)
