Pendampingan Kalla Institute Bantu IRT Sambusa Pangkep Tingkatkan Produksi dan Pemasaran Digital

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Kalla Institute terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dan transformasi pemasaran digital bagi Industri Rumah Tangga (IRT) Sambusa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Program bertajuk “Akselerasi Kapasitas Produksi dan Transformasi Digital Marketing melalui Re-Branding Kreatif” tersebut dilaksanakan di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026.

Melalui program ini, tim dosen Kalla Institute mendampingi Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Mutabikh Maryama untuk meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat tata kelola bisnis, serta memperluas pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas ketua dan anggota Kelompok IRT Mutabikh Maryama, pelaku usaha Sambusa, mahasiswa pendamping, serta tim pelaksana pengabdian mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan pelatihan mengenai modernisasi proses produksi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan usaha, penguatan identitas merek, inovasi desain kemasan, hingga strategi pemasaran digital.

Ketua Tim Pengabdian Kalla Institute, Mardiatul Jannah, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro melalui penerapan teknologi tepat guna dan transformasi digital.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong pelaku Industri Rumah Tangga tidak hanya meningkatkan kapasitas produksinya, tetapi juga mampu membangun identitas merek yang lebih kuat, memiliki sistem manajemen usaha yang lebih baik, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana memperluas pasar. Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Mardiatul Jannah.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari koordinasi dan sosialisasi dengan mitra, workshop, demonstrasi penggunaan peralatan produksi, pelatihan praktik (hands-on training), instalasi alat produksi, pendampingan usaha, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan SOP produksi.

Melalui pendampingan tersebut, Kalla Institute menargetkan peningkatan kapasitas produksi Sambusa menjadi 1.000–1.500 potong per hari. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui pemanfaatan peralatan produksi yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan efisiensi waktu produksi hingga 50 persen.

Selain peningkatan kapasitas produksi, program ini juga mendorong pelaku usaha untuk menerapkan sistem pencatatan keuangan yang lebih tertib, menyusun SOP produksi sebagai standar kualitas, serta memperkuat pengelolaan rantai pasok agar proses bisnis berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Pada aspek pemasaran, tim pengabdian menitikberatkan pada transformasi digital melalui proses re-branding produk. Pendampingan mencakup pengembangan identitas merek baru, penggunaan kemasan food-grade yang lebih menarik dan aman, pengelolaan akun media sosial bisnis secara aktif, hingga penerapan strategi pemasaran digital.

Program tersebut menargetkan sedikitnya 500 pengikut pada akun media sosial bisnis mitra serta peningkatan penjualan digital hingga 30 persen sebagai indikator keberhasilan transformasi pemasaran yang dilakukan.

Tim pelaksana program terdiri atas Mardiatul Jannah sebagai ketua, dengan anggota Khaerunnisa Nur Fatimah Syahnur dan Andi Nurul Suci Amalia. Program ini juga melibatkan mahasiswa Kalla Institute sebagai pendamping lapangan sekaligus tim dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Kalla Institute berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menjadi model pemberdayaan Industri Rumah Tangga berbasis teknologi, inovasi, dan keberlanjutan.

Selain meningkatkan produktivitas usaha, program ini juga diharapkan mampu memperkuat keberdayaan ekonomi perempuan, memperluas akses pasar bagi produk lokal khas Pangkep, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Exit mobile version