Bappeda Palu dan GIZ SOLUSI Gelar Lokalatih QGIS untuk Perkuat Perencanaan Berbasis Data Spasial

PALU, NEWSURBAN.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu bersama GIZ SOLUSI Provinsi Sulawesi Tengah menggelar workshop Lokalatih Kelompok Kerja (Pokja) SOLUSI Kota Palu. Kegiatan peningkatan kapasitas penggunaan aplikasi pemetaan QGIS atau ‘Quantum Geographic Information System’ ini berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat, 6-7 Agustus 2026 di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Kota Palu, Ahmad Rijal Arma, dan ditutup oleh Plt. Sekretaris Bappeda Kota Palu, Wahyuni.

Workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program SOLUSI (‘Integrated Landscape and Seascape Management Solutions in Indonesia’) di Kota Palu. Program tersebut mendorong pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan bentang alam darat dan laut dengan fokus pada konservasi keanekaragaman hayati, restorasi ekologi, penguatan ekonomi biru dan hijau, serta peningkatan mata pencaharian yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Sebanyak 30 peserta dari berbagai perangkat daerah dan perwakilan 8 kecamatan mengikuti pelatihan ini. OPD yang terlibat antara lain Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, serta GIZ SOLUSI sebagai narasumber.

Pada hari pertama, peserta mendapat pemaparan perkembangan Proyek SOLUSI, pembaruan kegiatan ROA-SOLUSI, dan diskusi progres. Sesi dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik dasar QGIS, meliputi pengenalan data spasial, sistem koordinat, pengelolaan layer, serta teknik dasar menampilkan dan mengelola data pada peta.

Hari kedua difokuskan pada praktik lanjutan. Peserta belajar pengelolaan data spasial, pembuatan dan pengaturan atribut, proses editing data, analisis sederhana, hingga penyusunan peta yang informatif dan siap digunakan untuk kebutuhan pekerjaan di lapangan.

“Penguasaan aplikasi pemetaan berbasis data spasial diharapkan dapat mendukung anggota Pokja dalam menganalisis kondisi wilayah, mengidentifikasi area prioritas intervensi, serta mendokumentasikan perubahan tutupan lahan dan ekosistem pesisir secara lebih sistematis,” ujar panitia dalam rilisnya.

Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi untuk menyampaikan perkembangan pendataan program, memperkuat komunikasi antar anggota Pokja, berbagi pengetahuan, serta mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas dan peluang kolaborasi. Pokja SOLUSI Kota Palu sendiri dibentuk sebagai wadah koordinasi dan sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan pengelolaan bentang alam dan bentang laut secara terintegrasi.

Dalam penutupan, Wahyuni menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antar perangkat daerah dalam mendukung perencanaan serta pengelolaan data secara terpadu.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu aspek penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Wahyuni.

Bappeda Kota Palu berharap, melalui penguatan kapasitas dan sinergi ini, perencanaan pembangunan ke depan dapat semakin didukung oleh data dan informasi spasial. Pemanfaatan teknologi geospasial juga diharapkan mampu membuat respons terhadap permasalahan wilayah menjadi lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan. (ysw/*)

Exit mobile version