Kegiatan tersebut menjadi ruang penyampaian informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemaparan dari para narasumber mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membangun kesadaran masyarakat dalam menangani sampah sejak dari sumbernya. Pembahasan diarahkan agar masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai persoalan kebersihan, tetapi juga sebagai persoalan yang membutuhkan sistem pengelolaan berkelanjutan.
Narasumber kedua, Ikhlasulamal, menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah. Ia menekankan bahwa penanganan sampah membutuhkan kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam mengurangi serta mengelola sampah yang dihasilkan setiap hari. “Pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama dari rumah tangga sebagai sumber awal timbulan sampah,” ujar Ikhlasulamal.
Menurut Ikhlasulamal, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “Kalau masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik, beban penanganan sampah di tingkat pemerintah juga dapat ditekan,” katanya.
Sementara itu, narasumber ketiga, Mansur Ridwan, membawakan materi mengenai pemilahan sampah. Ia menjelaskan bahwa pemilahan merupakan langkah awal yang penting sebelum sampah masuk ke tahap pengolahan lebih lanjut. “Pemilahan sampah sebaiknya dilakukan sejak dari sumbernya dengan memisahkan sampah sesuai jenisnya,” jelas Mansur Ridwan.
Ia juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. “Sampah yang sudah dipilah akan lebih mudah dikelola dan memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali, sehingga tidak semuanya berakhir sebagai sampah yang dibuang,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan persoalan sampah yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Salah satu peserta menanyakan bagaimana cara mendorong masyarakat agar lebih disiplin melakukan pemilahan sampah dari rumah, terutama ketika kebiasaan tersebut belum menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Peserta lainnya mempertanyakan langkah yang dapat dilakukan agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada kegiatan pengumpulan, tetapi dapat dilanjutkan melalui pemanfaatan atau pengolahan sampah sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Diskusi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah masih membutuhkan perhatian bersama. Selain dukungan kebijakan pemerintah daerah, perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dimoderatori Andi Muh. Zulfikar S. tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2026 IX (Sembilan) ini, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat diharapkan terus terbangun dalam menjawab berbagai persoalan yang ada di Kota Makassar. (*)
