MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Laut (Wadan Kodiklatal) Laksamana Muda (Laksda) TNI Singgih Sugiarto, S.T., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam Upacara Pelantikan dan Penyumpahan Pendidikan Pertama Tamtama Prajurit Karier (Dikmata PK) TNI AL Angkatan XLVI Gelombang 2 Tahun 2026.
Upacara tersebut berlangsung di Lapangan Satuan Pendidikan (Satdik)-2 Kodiklatal, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 17, Makassar, Jumat (28/8/2026).
Sebanyak 100 siswa resmi dilantik menjadi Tamtama TNI Angkatan Laut dengan pangkat Kelasi Dua setelah menyelesaikan pendidikan dasar keprajuritan selama dua bulan.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung khidmat. Para prajurit muda mengucapkan sumpah sebagai bentuk ikrar untuk menjalankan tugas dan pengabdian sebagai prajurit Jalasena, sekaligus menjaga kedaulatan wilayah laut yurisdiksi nasional.
Dalam sambutannya, Wadan Kodiklatal membacakan sambutan Komandan Kodiklatal Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr.(Han).
Komandan Kodiklatal menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan resmi dilantik sebagai Tamtama TNI Angkatan Laut.
“Selamat dan sukses kepada 100 orang siswa atas pelantikan saudara menjadi Tamtama TNI Angkatan Laut dengan pangkat Kelasi Dua,” ucapnya dalam sambutan yang dibacakan Wadan Kodiklatal.
Ia berharap pendidikan dasar keprajuritan yang telah dijalani selama dua bulan mampu membentuk karakter dan meningkatkan jiwa keprajuritan para prajurit muda.
“Semoga pendidikan dasar keprajuritan selama dua bulan mampu meningkatkan jiwa keprajuritan saudara yang tanggap, tanggon dan trengginas serta memiliki pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang siap dikembangkan dalam pendidikan tahap kejuruan selama 3,5 bulan sampai dengan 6 bulan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Wadan Kodiklatal menyampaikan bahwa pengambilan sumpah menjadi penanda bahwa para siswa secara resmi telah menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut.
Dengan status tersebut, para prajurit dituntut menjalankan seluruh kewajiban dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi hukum serta memegang teguh disiplin keprajuritan.
“Melalui sumpah yang baru saja diucapkan, saat ini para siswa secara resmi telah menjadi prajurit TNI Angkatan Laut. Oleh karena itu, saya ingatkan bahwa saudara telah berjanji kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan segala kewajiban sebagai seorang prajurit Jalasena dengan penuh rasa tanggung jawab, tunduk pada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan yang dilandasi oleh jiwa Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Trisila TNI Angkatan Laut,” ujarnya.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan prajurit TNI AL yang tidak hanya memiliki kemampuan dasar militer, tetapi juga memiliki karakter, disiplin dan kesiapan untuk mengikuti pendidikan lanjutan sesuai bidang kejuruan masing-masing.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, para prajurit muda selanjutnya akan menjalani pendidikan tahap kejuruan dengan durasi antara 3,5 hingga 6 bulan.
Pendidikan tersebut menjadi tahapan penting untuk mempersiapkan kemampuan dan profesionalisme para prajurit sebelum menjalankan tugas sesuai penempatan dan bidang masing-masing di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Upacara pelantikan turut dihadiri Dankodaeral VI, Wadan Kodaeral VI, Dirdik Kodiklatal, Dansatdik-2 Kodiklatal, para komandan dan kepala satuan kerja TNI-Polri wilayah Sulawesi Selatan, Aspers Dankodaeral VI, Kafasharkan Makassar Kodaeral VI, Dansathantai Kodaeral VI, Dansatrol Kodaeral VI, Danpom Kodaeral VI, Kadiskes Kodaeral VI, Karumkit Jala Ammari Kodaeral VI serta sejumlah undangan.
Pelantikan ini menandai dimulainya perjalanan pengabdian 100 prajurit muda sebagai bagian dari keluarga besar TNI Angkatan Laut. Mereka diharapkan mampu menjaga kehormatan institusi, memegang teguh sumpah dan disiplin keprajuritan serta menjalankan tugas dengan semangat tanggap, tanggon dan trengginas. (*)
