MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan program pembebasan iuran sampah bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus dijalankan dan akan diperluas secara bertahap.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat di Kelurahan Mamajang Luar, Kecamatan Mamajang, Selasa (1/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Munafri didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Munafri mengatakan, program pembebasan iuran sampah saat ini diberikan kepada rumah tangga dengan daya listrik 450 hingga 900 VA. Khusus di Kecamatan Mamajang, sekitar 1.200 rumah telah mendapatkan fasilitas tersebut.
“Ini sudah berjalan kurang lebih satu tahun. Di Kecamatan Mamajang, ada kurang lebih 1.200 rumah yang mendapatkan keringanan untuk tidak membayarkan iuran sampahnya,” kata Munafri.
Menurutnya, Pemkot Makassar tengah melakukan kajian untuk memperluas cakupan penerima kepada masyarakat dengan daya listrik 900 hingga 1.300 VA.
Kajian tersebut ditargetkan rampung pada September 2026. Jika terealisasi, sekitar 1.400 rumah tambahan di Kecamatan Mamajang diproyeksikan mendapatkan pembebasan iuran sampah.
“Kami terus memperhatikan masyarakat. Ini sudah kita berikan untuk masyarakat yang daya listriknya 450 sampai 900 VA, dan kita akan tambah lagi dari 900 sampai 1.300 VA,” tegasnya.
Namun, Munafri menekankan bahwa fasilitas pembebasan iuran sampah harus diikuti tanggung jawab masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Ia meminta warga memilah sampah sebelum diserahkan kepada petugas sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari sumbernya.
Appi menjelaskan, rumah tangga yang mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah nantinya akan dipasangi stiker sebagai penanda penerima program.
“Sementara mekanisme penarikan iuran bagi masyarakat dari kelompok menengah ke atas akan dikelola oleh pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama jajarannya,” terangnya.
Munafri juga mengapresiasi para ketua RT, RW, LPM, imam kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini membantu pemerintah dalam menjalankan sistem pemilahan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun petugas kebersihan. Masyarakat harus mengambil peran sejak sampah dihasilkan dari rumah tangga.
“Bayangkan kalau kita tidak mampu memilah sampah dari sekarang. Berarti kita menginginkan mewariskan kepada anak cucu kita kota yang kotor, kota yang jorok, kota yang tidak sehat,” ujarnya.
Sebaliknya, perubahan pola pengelolaan sampah sejak sekarang diharapkan dapat mewariskan Kota Makassar yang bersih, sehat, dan indah kepada generasi mendatang.
“Ini menjadi konsen yang sangat besar yang dilaksanakan Pemerintah Kota dalam rangka bagaimana kita bisa mengolah sampah dengan baik,” katanya.
Selain persoalan sampah, Munafri juga meminta masyarakat mulai mengantisipasi potensi banjir dan kebakaran di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.
Ia mengajak seluruh unsur masyarakat, termasuk RT, RW, satgas, dan warga, bergotong royong memeriksa kondisi saluran drainase di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, saluran air harus dipastikan bersih dan tidak tersumbat sehingga mampu mengalirkan air dengan baik ketika musim hujan tiba.
“Mulai hari ini kita harus melihat kondisi saluran-saluran pembuangan yang ada di sekitar sini. Kita harus memperlancar sehingga tidak ada sumbatan agar air bisa mengalir dan tidak terjadi banjir yang sangat parah,” imbuh Appi.
Di sisi lain, Munafri mengingatkan musim kemarau yang cukup panjang turut meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di kawasan permukiman.
Karena itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memastikan lingkungan serta instalasi rumah tangga berada dalam kondisi aman.
“Musim kemarau ini panjang, rawan sekali terjadi yang namanya kebakaran. Perlu antisipasi,” pungkasnya. (*)
