PALU, NEWSURBAN.ID – Bentuk komitmen dan perhatian besar Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, kepada penyandang disabilitas ditunjukkan dengan hadir sekaligus duduk bersama para penyandang disabilitas nonton bareng (nobar) film berjudul “Istimewa” di XXI Palu Grand Mall, pada Senin malam (21/09/2026).
Kehadiran Wali Kota di tengah-tengah mereka menjadi momen penuh kehangatan dan kebersamaan. Wali Kota tampak berbaur, menyapa, dan duduk bersama tanpa sekat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, menyampaikan bahwa inilah wujud komitmen dan perhatian besar Pemerintah Kota Palu kepada saudara-saudara penyandang disabilitas.
“Mereka pun berhak hadir di tengah kita dan menjadi bagian untuk dirangkul dan diberikan ruang sebagai bagian dari warga Kota Palu. Tidak ada yang berbeda, kita semua sama, warga Kota Palu yang harus saling menguatkan,” ujar Wali Kota.
Harapannya, kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk membangun Kota Palu yang inklusif, ramah disabilitas, dan tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam pembangunan.
Secara garis besar, film dengan judul “Istimewa” karya Ruben Adrian menceritakan tentang Rumah Istimewa, tempat tinggal bagi anak-anak penyandang disabilitas. Mereka hidup bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus) yang dipanggil Ayah, serta sukarelawan Mbak Kinan (Yanni Melwani).
Keluarga kecil ini diuji ketika Pak Mahendra divonis menderita kanker. Ia memilih pergi diam-diam agar anak-anak tidak melihatnya melemah. Tidak terima ditinggal begitu saja, anak-anak nekat meninggalkan rumah untuk mencari sosok ayah tercinta.
Dalam perjalanan, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro) serta bergabungnya Ella (Salsabila Bella). Perjalanan penuh haru ini menguji persahabatan, ketulusan, dan arti keluarga sejati.
Makna yang bisa dipetik setelah menonton film berjudul Istimewa ini adalah tentang arti ketulusan, cinta tanpa syarat, dan kekuatan keluarga yang tidak diukur dari kesempurnaan fisik, melainkan dari hati yang saling menjaga. Bahwa setiap anak, apapun kondisinya, adalah istimewa dan berhak mendapatkan kasih sayang, kesempatan, dan masa depan yang sama. (*)
