PALU, NEWSURBAN.ID — Pemerintah Kota Palu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan mendoakan kemajuan daerah.
Pesan tersebut disampaikan dalam acara Jaringan Doa se-Kota Palu bersama antar-gereja dan lembaga Kristen yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Palu, Senin (28/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu dengan mengusung tema “Moving in Action.”
Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, SE diwakili Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Palu, Dr. Drs. John Yus Madoli, M.Si.
Turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu serta jajaran Pemerintah Kota Palu.
Kegiatan tersebut mengambil landasan dari ayat Yeremia 29:7 yang berbunyi, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”
Acara juga menghadirkan Pdt. Ir. Welyar Kauntu sebagai rohaniwan, pemimpin pujian (worship leader), sekaligus pencipta lagu rohani untuk menyampaikan siraman rohani.
Dalam kesempatan tersebut, John Yus Madoli menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Wali Kota Palu yang tidak dapat hadir secara langsung karena memiliki agenda kedinasan lain yang berlangsung bersamaan.
“Atas nama Pemerintah Kota Palu, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh gembala, pendeta, dan umat Kristiani se-Kota Palu yang dengan penuh kasih telah mendoakan kota kita tercinta. Ini adalah wujud nyata toleransi dan kebersamaan,” ujar John Yus Madoli.
Ia menekankan, tema Moving in Action tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga merupakan ajakan untuk bergerak bersama dalam membangun Kota Palu.
Menurutnya, doa dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, kedamaian, kerukunan, serta mendorong kemajuan Kota Palu.
“Harapannya, melalui jaringan doa ini, Kota Palu di usia ke-48 tahun semakin maju, aman, damai, dan seluruh masyarakatnya hidup dalam kerukunan. Kesejahteraan kota adalah tanggung jawab bersama, sejalan dengan amanat Yeremia 29:7,” ujarnya.
Sementara itu, Pdt. Ir. Welyar Kauntu dalam siraman rohaninya menyampaikan bahwa kota merupakan ladang pelayanan. Menurutnya, umat Tuhan yang ditempatkan di Kota Palu memiliki peran untuk menjadi berkat sekaligus ikut mengusahakan kesejahteraan kota.
“Jika Palu diberkati, maka kita semua diberkati. Mari kita terus berdoa dengan sungguh-sungguh agar Palu dijauhkan dari perpecahan, bencana, dan diberi hikmat bagi para pemimpinnya dalam membangun kota ini ke arah yang lebih baik,” kata Pdt. Welyar Kauntu.
Acara doa bersama berlangsung khidmat. Kegiatan diawali dengan puji-pujian dan dilanjutkan dengan penyampaian siraman rohani serta doa syafaat untuk Pemerintah Kota Palu, masyarakat, dan pembangunan Kota Palu ke depan.
