PALU, NEWSURBAN.ID — Pemerintah Kota Palu mendorong peningkatan literasi keuangan dan investasi masyarakat melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal Advance yang digelar bersama Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia (GID BEI).
Wali Kota Palu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa, S.STP., M.Si., menghadiri sekaligus membuka kegiatan tersebut di Ruang Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu bersama GID BEI. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu Asharrini Mastura, S.E., Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah Putri Irnawati, M.Si., Kabid Kearsipan Kota Palu Suriani, S.E., M.M., perwakilan OJK Sulawesi Tengah, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Rahmat Mustafa mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Pasar Modal Advance sebagai salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi dan pasar modal.
Menurutnya, literasi keuangan dan investasi menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kota Palu. Terlebih di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat akses terhadap berbagai produk investasi semakin mudah.
“Pemerintah Kota Palu sangat mendukung upaya peningkatan literasi pasar modal. Di era digital ini, masyarakat tidak hanya dituntut untuk melek teknologi, tapi juga melek investasi yang aman dan legal. Sekolah Pasar Modal ini adalah langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari investasi bodong,” ujar Rahmat Mustafa.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong lahirnya investor baru yang memiliki pemahaman dan kemampuan dalam mengambil keputusan investasi.
Rahmat menyebutkan, edukasi pasar modal penting diberikan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, dan generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Asharrini Mastura, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi dalam transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui Galeri Investasi Digital BEI yang ada di Dinas Perpustakaan, kami ingin mendekatkan informasi pasar modal kepada masyarakat. Ini adalah wujud perpustakaan yang bergerak, yang moving in action,” sebutnya.
Keberadaan GID BEI di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai pasar modal sekaligus memberikan ruang pembelajaran investasi yang lebih mudah dijangkau.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, Putri Irnawati, menjelaskan bahwa Sekolah Pasar Modal Advance merupakan kelas lanjutan setelah peserta mengikuti materi tingkat basic.
“Kerja sama dengan Dinas Perpustakaan Kota Palu sudah berlangsung setahun dan alhamdulillah berjalan sangat baik. Animo masyarakat Palu terhadap pasar modal terus meningkat. Melalui kelas advance ini, peserta akan dibekali analisis teknikal dan fundamental agar lebih siap menjadi investor yang mandiri,” jelas Putri.
Melalui pelaksanaan Sekolah Pasar Modal Advance, Pemkot Palu bersama BEI dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu berupaya memperluas edukasi investasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aktivitas pasar modal secara lebih terukur dan bertanggung jawab.
