24 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Kota Palu 2026, 240 Lapangan Kerja Berpotensi Terbuka

PALU, NEWSURBAN.ID – Sebanyak 24 perusahaan membuka lowongan kerja dalam Job Fair Kota Palu 2026 yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Palu, Rabu (30/9) pagi.

Kegiatan bertajuk Job Fair 2026 Moving In Action: Peluang Kerja Masa Depan Lebih Cerah ini diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, Kepala DPMPTSP Kota Palu Amiruddin, S.H., M.M., Plt Sekdis DPMPTSP Kota Palu Sandra Lamaming, serta sejumlah pejabat dan stakeholder terkait lainnya.

Pemerintah Kota Palu memperkirakan kegiatan tersebut berpotensi membuka sekitar 240 lapangan pekerjaan.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengatakan, jumlah tersebut dihitung berdasarkan perkiraan kebutuhan rata-rata 10 tenaga kerja dari masing-masing perusahaan yang mengikuti job fair.

“Ada sekitar 24 tenant. Semoga bisa dari 10 sampai up, kalau misal rata-rata 10 setiap tenant berarti ada sekitar 240 lapangan pekerjaan yang terbuka hari ini. Saya berharap semoga ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Hadianto.

Lowongan yang ditawarkan berasal dari berbagai bidang, di antaranya perhotelan, retail, perbankan, pembiayaan, sales dan marketing, hingga penyedia layanan internet. Pencari kerja dapat memperoleh informasi sekaligus berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan terkait posisi dan kualifikasi yang dibutuhkan.

Menurut Hadianto, job fair tidak semestinya hanya menjadi kegiatan sesaat. Pemerintah Kota Palu berencana kembali menggelar kegiatan serupa sebelum akhir tahun untuk memperluas akses informasi lowongan kerja kepada masyarakat.

“Saya juga tadi sampaikan bahwa job fair ini bukan hanya dilaksanakan saat ini saja, kalau bisa nanti sebelum akhir tahun bisa dilaksanakan, karena kadang-kadang lowongan itu ada tapi informasinya tidak terbuka, tidak tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, juga akan menyiapkan pelatihan kerja sebagai bagian dari persiapan pencari kerja menghadapi job fair berikutnya.

“Ketika peluang ada, maka pemerintah juga nanti akan membuka pelatihan kerja untuk persiapan menuju job fair berikutnya,” katanya.

Ia menilai job fair merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap kesempatan kerja, meskipun dampaknya terhadap angka pengangguran masih perlu dilihat lebih lanjut.

“Apakah ini kemudian mengurangi (pengangguran) tanda tanya besar, karena dari dunia pendidikan setiap tahunnya kan terus bertambah. Tetapi paling tidak ini upaya pemerintah membantu ruang itu, mendapatkan kesempatan kerja di tempat yang diinginkan,” kata Hadianto.

Di sisi lain, Hadianto mengingatkan bahwa jumlah lowongan yang tersedia tidak otomatis berarti seluruh posisi akan terisi. Perusahaan tetap akan melakukan seleksi berdasarkan kualifikasi dan kebutuhan tenaga kerja masing-masing.

“Perusahaan memiliki klasifikasi, ini bukan memenuhi kuota, tapi memenuhi apa yang dibutuhkan perusahaan. Jadi mereka harus siap, karena kalau berusaha memenuhi kuota terus yang hadir hari ini kemudian kualifikasinya belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan, maka perusahaan akan menyeleksi,” pungkasnya. (*)

↑
Exit mobile version