MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Respons cepat dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kembali membuahkan hasil.
Lima orang nelayan yang sempat terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa akibat kerusakan mesin kapal berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar, Kamis (1/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut bermula dari laporan warga yang masuk ke BPBD Kota Makassar terkait sebuah kapal nelayan yang mengalami gangguan mesin di tengah laut. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung mengerahkan tujuh personel TRC ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
“Begitu menerima laporan, kami langsung merespons cepat dengan mengerahkan personel TRC ke lokasi guna melakukan pencarian dan penyelamatan,” ujar Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, operasi pencarian dimulai sekitar pukul 18.30 WITA. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena dilakukan pada malam hari dengan kondisi ombak laut yang tinggi serta jarak pandang yang terbatas.
Meski demikian, berkat koordinasi yang baik, pengalaman, serta kesiapsiagaan personel, tim berhasil menemukan kapal nelayan yang mengalami kerusakan dan mengevakuasi seluruh penumpangnya.
“Kelima nelayan berhasil dievakuasi dalam kondisi aman dan selamat, kemudian dibawa ke daratan Kota Makassar. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,” jelas Fadli.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi tersebut merupakan wujud nyata komitmen BPBD Kota Makassar dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan perlindungan masyarakat.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Dalam situasi darurat, negara harus hadir. BPBD Kota Makassar akan selalu siap bergerak kapan pun dan dalam kondisi apa pun untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fadli mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, agar lebih waspada sebelum melaut. Ia menekankan pentingnya memantau kondisi cuaca serta memastikan kelayakan kapal dan mesin guna menghindari kejadian serupa.
“Kami mengajak para nelayan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca, memeriksa kondisi kapal sebelum berangkat, serta segera melapor apabila mengalami keadaan darurat di laut,” imbaunya.
BPBD Kota Makassar memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, kapasitas personel, serta kecepatan respons dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan, khususnya di wilayah pesisir dan perairan.
Aksi penyelamatan tersebut kembali menegaskan peran BPBD Kota Makassar sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan sekaligus wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi keselamatan warganya di tengah kondisi cuaca laut yang berisiko.
Sementara itu, para nelayan yang berhasil diselamatkan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BPBD Kota Makassar serta Pemerintah Kota Makassar atas respons cepat yang diberikan. Mereka juga menitipkan salam dan apresiasi kepada pimpinan BPBD dan Wali Kota Makassar karena kehadiran petugas dinilai sangat membantu dan menyelamatkan nyawa mereka.
Salah satu nelayan menceritakan detik-detik mencekam saat kapal mereka mengalami kerusakan mesin di tengah laut.
“Kami sedang memancing, tiba-tiba mesin perahu rusak. Kami terombang-ambing di tengah laut dengan ombak yang tinggi. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi kalau BPBD tidak cepat datang menolong,” ungkapnya.
Diketahui, salah satu dari lima nelayan yang dievakuasi merupakan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Data Nelayan yang Dievakuasi (Aman dan Selamat):
-
Muh. Ruslan Kadir (58), Jl. Maccini Gusung, Setapak 8 No. 5
-
Nasir (58), Jl. Lure No. 59
-
Subhan (56), Maccini Gusung
-
Abdullah (25), Maccini Gusung
-
Dwi (31), Maccini Gusung
