PALU, NEWSURBAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melaksanakan Pra Event Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Palu, pada Jumat (30/01/2026), bertempat di area konservasi mangrove, kawasan Dupa Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Kegiatan yang mengangkat tema “Save Our Mangrove From Trash” tersebut diwujudkan melalui aksi bersih pungut sampah di sepanjang pesisir pantai kawasan konservasi mangrove.
Aksi ini bertujuan meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir, khususnya mangrove, dari ancaman pencemaran sampah.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Ibnu Mundzir, menyampaikan bahwa secara nasional peringatan HPSN Tahun 2026 sebenarnya dimulai pada bulan Februari.
Namun, Pemerintah Kota Palu mengambil langkah lebih awal mengingat kondisi Kota Palu yang sempat viral akibat tumpukan sampah kiriman yang terbawa angin barat.
“Situasi ini cukup berbahaya bagi kawasan pesisir, khususnya di Kelurahan Layana Indah. Mangrove sangat rentan, dan bisa dengan mudah mati akibat tertutup atau tercemar sampah,” ujar Ibnu Mundzir.
Ibnu menjelaskan, kegiatan Pra Event HPSN ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari kalangan perguruan tinggi, TNI-Polri, perangkat daerah (OPD), hingga komunitas masyarakat.
Menurutnya, gerakan ini merupakan ajakan untuk kembali melihat “beranda rumah” Kota Palu, yakni wilayah pesisir, agar dijaga dan dibersihkan secara bersama-sama.
“Minimal kalau tidak bisa membersihkan, jangan mengotori. Sampah-sampah ini rata-rata bukan berasal dari wilayah Kota Palu saja. Kita memiliki 11 sungai yang bermuara ke Kota Palu, dan sebagian besar hulunya berada di luar wilayah kota. Sampah yang tidak tertangani akhirnya masuk ke Teluk Palu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ibnu berharap kegiatan ini dapat menjadi tren positif ke depan, di mana setiap komunitas memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya saat ada momentum peringatan atau event tertentu.
Mengingat Kota Palu merupakan Kota Adipura, Ibnu menegaskan bahwa pasca kegiatan ini akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh, tidak hanya oleh Pemerintah Kota Palu, tetapi juga melibatkan seluruh pihak terkait.
Bahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah turut melaksanakan kerja bakti serentak pada hari yang sama.
“Mudah-mudahan hasil kegiatan hari ini bisa kita evaluasi bersama dan menjadi dasar untuk menentukan rencana aksi ke depan dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan mangrove di Kota Palu,” pungkasnya. (*)
