POLMAN, NEWSURBAN.ID – LAZ Hadji Kalla menyalurkan bantuan voucher belanja kepada korban kebakaran di Dusun Kampung Tulu, Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Bantuan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Penanggulangan Dampak Bencana periode Januari–Maret 2026.
Program ini menyasar sedikitnya 52 kepala keluarga dengan total 199 jiwa yang terdampak kebakaran, berdasarkan data pemerintah desa.
Bantuan dalam bentuk voucher belanja dipilih sebagai solusi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan riil masyarakat. Melalui skema ini, penyintas dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga yang bersifat mendesak dan spesifik.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding bantuan logistik konvensional. Selain itu, metode ini juga mampu mengurangi risiko penumpukan barang di lokasi pengungsian.
Program Manager Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla, Sapril Akhmady, menjelaskan bahwa voucher belanja memberikan fleksibilitas bagi setiap keluarga.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat terdampak memiliki ruang untuk menentukan kebutuhan paling mendesak bagi keluarganya,” ujarnya.
Menurut Sapril, setiap keluarga memiliki prioritas yang berbeda dalam kondisi pascabencana. Oleh karena itu, bantuan harus mampu menyesuaikan kebutuhan tersebut agar lebih tepat guna dan berdampak langsung.
Selain membantu korban secara langsung, program ini juga mendorong pergerakan ekonomi lokal. Voucher belanja dapat digunakan di mitra ritel seperti Indomaret, sehingga rantai pasok kebutuhan pokok tetap berjalan.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Sekretaris Desa Galung Tuluk, Muhammad Syukri, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan LAZ Hadji Kalla.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan kepada warga korban kebakaran. Voucher belanja sangat membantu karena kebutuhan yang belum tersedia sebelumnya bisa dipenuhi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, mekanisme voucher memungkinkan warga menentukan sendiri kebutuhan prioritas, sehingga bantuan menjadi lebih efektif.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen LAZ Hadji Kalla dalam memperkuat respons kemanusiaan yang cepat, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat.
Dalam pendekatan Humanity and Environment, penanganan bencana tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan lebih efektif, manusiawi, dan berkelanjutan.
