PANGKEP, NEWSURBAN.ID – Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), sebagai bagian dari Program Hibah Internal Peningkatan Kinerja Utama (KIPKU) dalam rangka Dies Natalis ke-78 FEB Unhas.
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy melalui Penguatan Bank Sampah, Edukasi Lingkungan, dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kelurahan Balleangin yang Bersih, Produktif, dan Berkelanjutan” ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat.
Program yang dipimpin oleh Fitriwati Djam’an, S.E., M.Si., Ph.D., tersebut diikuti perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Balleangin. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis pengelolaan sampah.
Melalui pendekatan Circular Economy, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), penguatan kelembagaan Bank Sampah, pengembangan model bisnis, pengelolaan keuangan sederhana, strategi pemasaran produk daur ulang, analisis nilai tambah, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis ekonomi sirkular.
Seluruh materi dirancang agar Bank Sampah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan lingkungan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua tim pengabdian, Fitriwati Djam’an, mengatakan transformasi pengelolaan sampah harus mampu menghadirkan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Transformasi pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membangun masyarakat yang produktif melalui penguatan Bank Sampah, edukasi lingkungan, dan pengembangan ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah memerlukan perubahan pola pikir masyarakat serta penguatan kelembagaan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Melalui keberadaan Bank Sampah, masyarakat diharapkan mampu mengubah sampah menjadi sumber pendapatan, membuka peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di wilayahnya.
Program ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang menitikberatkan pada pengabdian kepada masyarakat melalui solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan Program Hibah Internal Peningkatan Kinerja Utama (KIPKU) FEB Universitas Hasanuddin, kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis Circular Economy yang dapat direplikasi di berbagai daerah serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan Kelurahan Balleangin yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.
