Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Telur di Bone, Muncul Pengakuan Soal Transaksi Lain

BONE, NEWSURBAN.ID โ€” Kasus dugaan penipuan dalam bisnis jual beli telur yang menyeret perempuan berinisial R di Kabupaten Bone kembali memunculkan informasi baru. Sejumlah pihak mengaku menemukan adanya transaksi lain yang diduga berkaitan dengan R.

Informasi tersebut mencuat setelah salah satu pihak yang mengaku sebagai korban, Muhammad Asyraf Rahmat (29), menelusuri aktivitas jual beli telur yang disebut melibatkan R dan sejumlah pihak lainnya.

Asyraf mengaku kecurigaannya bermula ketika salah satu pelanggan tetapnya tiba-tiba berhenti mengambil telur dari kandangnya.

โ€œSaya heran kenapa langganan saya tiba-tiba berhenti mengambil telur di kandang saya. Ketika saya tanya, ternyata dia mendapatkan pemasok dengan harga lebih murah. Terungkap bahwa pemasok itu adalah R dan komplotannya,โ€ ungkap Asyraf, Rabu (12/8/2026).

Menurut Asyraf, dirinya kemudian mencoba menelusuri informasi tersebut dengan mendatangi pedagang yang disebut pernah menerima pasokan telur dari pihak R.

Dari penelusuran tersebut, pedagang yang ditemui disebut membenarkan bahwa dirinya pernah menerima telur dari pihak R.

Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan dari pihak-pihak yang bersangkutan dan perlu didalami lebih lanjut untuk memastikan hubungan transaksi, jumlah barang, serta mekanisme pembayaran dalam perkara tersebut.

Munculnya informasi mengenai distribusi telur tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai alur transaksi. Jika telur telah didistribusikan dan diperjualbelikan, bagaimana pembayaran dilakukan, kepada siapa uang hasil penjualan diserahkan, serta siapa saja pihak yang terlibat dalam rantai transaksi tersebut.

Pertanyaan itu menjadi penting karena sebelumnya sejumlah pihak telah mengaku mengalami kerugian setelah menyerahkan uang dalam bisnis telur yang ditawarkan oleh R.

Pengusaha Rental Mobil Mengaku Belum Dibayar

Selain dugaan transaksi jual beli telur, informasi lain juga muncul dari seorang pengusaha rental mobil di Watampone.

Pengusaha tersebut mengaku kendaraan miliknya pernah disewa untuk kepentingan pengangkutan. Namun, menurut keterangan yang disampaikan, masih terdapat pembayaran yang belum diselesaikan.

โ€œAda tunggakannya Rp3 juta, Pak, dan tidak dibayar sampai sekarang. Kami sudah adukan juga ke Polres Bone,โ€ kata Asyraf.

Keterangan mengenai tunggakan tersebut masih merupakan pengakuan dari pihak yang bersangkutan. Untuk memastikan duduk perkara, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen penyewaan kendaraan, bukti pembayaran, komunikasi antara para pihak, serta keterangan pihak terkait.

Rangkaian informasi tersebut menambah daftar pihak yang mengaku memiliki persoalan transaksi dengan R.

Dalam penanganan perkara ini, pengungkapan secara menyeluruh diharapkan dapat menjawab bagaimana pola transaksi berlangsung, dari mana telur diperoleh, kepada siapa telur didistribusikan, bagaimana pembayaran dilakukan, hingga ke mana aliran uang dari transaksi tersebut.

Namun demikian, berbagai informasi yang muncul masih perlu diverifikasi dan dikonfirmasi kepada seluruh pihak terkait, termasuk R. Hal tersebut penting agar perkara dapat dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan keterangan dari pihak yang mengaku sebagai korban.

Kasus dugaan penipuan jual beli telur tersebut kini masih menjadi perhatian dan telah dilaporkan ke Polres Bone. Proses hukum diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya mengenai rangkaian transaksi yang dipersoalkan serta pihak-pihak yang terlibat.(far)

โ†‘
Exit mobile version