SMP Negeri 1 Palu Kuatkan Budaya Berbahasa Inggris Melalui Kelas Percontohan dan Spensa English Club

PALU, NEWSURBAN.ID – Kreatifitas dalam pembelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu prioritas SMP Negeri 1 Palu. Sekolah mulai menerapkan kebijakan wajib berbahasa Inggris secara bertahap di lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 1 Palu, Yusri, S.Pd. M.Pd. menyampaikan bahwa langkah awal yang diambil adalah mewajibkan penggunaan bahasa Inggris bagi siswa di kelas bahasa Inggris.

“Di SMP Negeri 1 Palu kami sedang menguatkan budaya berbahasa Inggris. Untuk tahap awal, kami mewajibkan penggunaan bahasa Inggris bagi para murid di kelas bahasa Inggris selama berada di lingkungan sekolah.

Kewajiban ini berlaku selama pembelajaran bahasa Inggris di kelas maupun interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah,” ujar Yusri.

Saat ini penerapan baru dilakukan di dua kelas percontohan, yaitu khusus jenjang kelas 7 dan kelas 8. Penerapan belum mencakup seluruh kelas 7, 8, dan 9.

“Kami rencanakan secara bertahap. Setelah evaluasi di 2 kelas percontohan ini berjalan baik, target kami akan diperluas ke jenjang lainnya termasuk kelas 9,” jelasnya.

Yusri menjelaskan konsep penerapan pembelajaran bahasa Inggris di sekolahnya bertumpu pada tiga pilar.

Selama Pembelajaran

Guru bahasa Inggris dan murid wajib menggunakan bahasa Inggris selama proses KBM berlangsung.

Di luar jam belajar, murid di kelas tersebut juga didorong untuk menggunakan frasa-frasa sederhana bahasa Inggris dalam berkomunikasi.

Guru bahasa Inggris berperan sebagai fasilitator dan role model dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Untuk mendukung program tersebut, sekolah mengaktifkan Spensa English Club (SEC). Melalui komunitas ini, para murid di kelas bahasa Inggris didorong aktif berinteraksi.

“Kegiatan dalam komunitas tersebut memberikan ruang besar kepada para murid untuk saling berinteraksi karena di dalamnya kegiatan maupun agenda yang diprogramkan terkait dengan games, presentasi, maupun kegiatan lain yang sangat diminati para murid,” kata Yusri.

Hasil yang diharapkan dari program ini, kata Yusri, adalah tumbuhnya rasa percaya diri siswa dan kebiasaan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

“Dengan program ini kami berharap nilai dan kemampuan 4 skill meningkat: listening, speaking, reading, writing. Siswa juga siap mengikuti lomba seperti Story Telling, English Speech, dan program bahasa Inggris lainnya,” sebutnya.

Bagi sekolah, program ini juga mendukung program pemerintah yang saat ini telah menerapkan bahasa Inggris di jenjang SD.

Target jangka panjangnya adalah tercapainya program sekolah bertahap menuju internasional, terbentuknya budaya bahasa Inggris sehingga seluruh murid berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut, serta terciptanya budaya profesional dan inovatif di lingkungan sekolah.

“SMPN 1 Palu ditargetkan menjadi sekolah rujukan dalam penguatan literasi bahasa Inggris,” tegas Yusri.

Ke depan, SMPN 1 Palu berencana mengintegrasikan kemampuan bahasa Inggris dalam sistem penerimaan siswa baru.

“Kami sedang membangun dan membuat satu pola dan sistem di dalam yang akan direkomendasikan ke dinas terkait SPMB tahun depan. Kami berencana menjadikan minat dan dasar kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu pertimbangan untuk seleksi masuk ke SMP Negeri 1 Palu. Tujuannya agar seluruh siswa yang masuk sudah punya bekal, bakat, motivasi belajar, dan siap mengikuti program ini,” pungkas Yusri. (ysw/*)

Exit mobile version