LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID – Kepala Dinas Dagkop UKM-P Luwu Timur, Senfry Oktavianus, menegaskan mengisi BBM di SPBU di Kabupaten Luwu Timur, harus sesuai barcode kendaraannya.
“Hal tersebut untuk mencegah adanya pengguna yang melakukan pengisian sebanyak dua kali dengan menggunakan barcode berbeda. Atau milik orang lain,” tegasnya saat melakukan sidak di SPBU bersama tim gabungan di Luwu Timur, Jumat (21/8/2026).
Selain itu, kata Senfry, terkait surat rekomendasi, pengisian BBM bersubsidi tidak dapat di wakili. Masing-masing pemilik surat rekomendasi harus datang langsung ke Pertamina dan melakukan pengisian sesuai dengan nama yang tertera dalam surat rekomendasi.
Tak hanya itu, setiap kendaraan yang ingin mengisi BBM bersubsidi juga wajib memiliki surat-surat kendaraan yang lengkap, seperti STNK dan dokumen lainnya.
“Jika-ditemukan kendaraan yang tidak-dilengkapi surat-surat yang dipersyaratkan. Maka kendaraan tersebut akan ditahan dan diserahkan ke Polres Luwu Timur.”
Baca juga: Polres Bone Terjunkan Personel ke SPBU, Cegah Kemacetan akibat Kelangkaan BBM
Senfry menegaskan, kegiatan yang dilakukan kali ini masih sebatas memberikan imbauan sekaligus menyosialisasikan SK Bupati Luwu Timur terkait pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
Sosialisasi tersebut, lanjutnya, akan dilakukan di seluruh Pertamina yang ada di Kabupaten Luwu Timur.
“Ke depan, jika ada yang kedapatan melanggar. Maka akan-dilakukan tindakan tegas,” ucapnya.
Dalam operasi tersebut tindaklanjut Surat Keputusan (SK) Bupati Luwu Timur Nomor : 325/D-13/VIII/Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Distribusi Barang Bersubsidi berupa Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 (Tiga) Kilogram dan Bahan Bakar Minyak Bersubsidi Tahun 2026, Tim Gabungan Kabupaten Luwu Timur turun langsung ke lapangan.
Baca juga: 1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina
Tim gabungan tersebut terdiri dari Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Dagkop UKM-P). Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta jajaran dari Polres Luwu Timur diantaranya Reskrim, Samapta, Intelkam dan Lantas.
Kehadiran tim di lapangan untuk melakukan sosialisasi. Sekaligus mengecek kondisi penyaluran BBM bersubsidi di Pertamina. (*)
(rhj/ikp-humas/kominfo-sp)
