MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Pembelian Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Makassar dibatasi di tengah antrean kendaraan yang mengular dalam beberapa hari terakhir. Dalam pembatasan tersebut, sepeda motor maksimal membeli Pertalite senilai Rp50 ribu, sedangkan mobil maksimal Rp300 ribu.
Pembatasan itu salah satunya terjadi di SPBU Jalan Urip Sumoharjo, tepat di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Kebijakan tersebut diberlakukan ketika antrean kendaraan memanjang hingga mengular di area SPBU.
Petugas SPBU menyebut pembatasan pembelian Pertalite tersebut telah berlangsung selama tiga hari. Menurut petugas, kebijakan itu diterapkan berdasarkan arahan dari atasan.
Antrean Kendaraan Mengular di SPBU
Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah SPBU lain di Kota Makassar. Antrean kendaraan tampak memanjang hingga menggunakan sebagian badan jalan, terutama pada waktu tertentu ketika permintaan BBM meningkat.
Di SPBU Pengayoman, misalnya, antrean kendaraan disebut mencapai sekitar 130 meter dan membuat satu lajur jalan ikut terpakai. Situasi tersebut membuat pengendara harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM.
Pembatasan pembelian kemudian diterapkan untuk mengatur penyaluran Pertalite di tengah tingginya antrean kendaraan. Pengendara diminta menyesuaikan pembelian dengan batas yang telah ditetapkan.
Untuk sepeda motor, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp50 ribu. Sementara untuk kendaraan roda empat atau mobil, batas pembelian ditetapkan maksimal Rp300 ribu.
Pertamina Sebut Stok BBM Aman
Di tengah kondisi antrean tersebut, Pertamina menyatakan ketersediaan stok BBM di Sulawesi Selatan masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo mengatakan stok BBM secara umum masih tersedia.
“Kalau untuk stok sendiri di kami sampai saat ini dalam kondisi yang aman dan mencukupi,” kata Okky seperti dikutip detikSulsel.
Pertamina juga mencatat adanya peningkatan penyaluran Pertalite di Sulawesi Selatan. Penyaluran Pertalite disebut meningkat sekitar 7,6 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi di tengah aktivitas kendaraan yang tetap tinggi.
Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Pemerintah, Pertamina, dan aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena khawatir kehabisan.
Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pengisian secara berlebihan. Imbauan tersebut penting agar antrean tidak semakin panjang dan distribusi BBM tetap berjalan secara merata.
Aparat kepolisian turut melakukan pemantauan di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan menjaga kelancaran antrean kendaraan.
Pembatasan pembelian Pertalite di sejumlah SPBU menjadi salah satu langkah yang diterapkan di tengah antrean panjang. Sementara itu, Pertamina menyatakan stok secara umum masih aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti ketentuan pembelian yang berlaku di masing-masing SPBU.
