MAKASSAR, NEWSURBAN.ID — Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga lingkungan melalui aksi penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Field Trip Science yang dirancang tidak sekadar sebagai pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem melalui pengalaman secara langsung.
Berada di kawasan pesisir Puntondo yang masih alami, para siswa berkesempatan mengenal lebih dekat berbagai ekosistem laut dan pesisir. Materi yang dipelajari meliputi ekosistem mangrove, padang lamun, hingga pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) kincir angin.
Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran di sejumlah pos, siswa kemudian diajak melakukan penanaman mangrove. Bagi SMP Islam Athirah Makassar, kegiatan tersebut menjadi bagian penting karena pengetahuan mengenai lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
Penanaman mangrove tidak hanya memperkenalkan fungsi tumbuhan pesisir dalam menjaga garis pantai dan menjadi habitat berbagai biota, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kepala SMP Islam Athirah Makassar, Nilamartini, mengatakan Field Trip Science ke PPLH Puntondo menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar langsung dari alam.
“Tempat yang kita kunjungi ini sangat istimewa. Kealamiannya masih terjaga dan kekayaan biota lautnya juga masih terpelihara dengan baik. Ini memberikan peluang besar bagi anak-anak untuk memahami keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem laut secara langsung,” ujarnya.
Menurut Nilamartini, pengalaman belajar di alam diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan akademik. Lebih dari itu, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak tidak hanya bertambah wawasan akademik, tetapi juga bertumbuh dalam hal karakter. Mereka dapat memaknai keindahan dan kekayaan alam sebagai bukti kebesaran Allah Ta’ala, menumbuhkan rasa syukur, serta memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan hidup di sekitar kita,” ungkapnya.
Sebanyak 133 siswa dibagi ke dalam delapan kelompok. Setiap kelompok didampingi pendamping dari SMP Islam Athirah dan pihak PPLH Puntondo untuk mengikuti pembelajaran di pos-pos yang telah disiapkan.
Selain penanaman mangrove, siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif, di antaranya pos refleksi, pengenalan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), pembelajaran mengenai ekosistem mangrove dan padang lamun, serta pembuatan suvenir.
Salah seorang siswa, Mohammad Hatta, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini mengajarkan kita untuk lebih peduli lingkungan dengan merawatnya. Kita juga belajar bekerja sama dengan teman dan tidak meninggalkan teman saat mengalami kesusahan. Kegiatannya seru, meskipun sangat panas,” tuturnya.
Kegiatan Field Trip Science tersebut menjadi bagian dari integrasi Islamic Leadership Skills (ILS), khususnya pada pilar beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, gotong royong, dan berpikir kritis.
Implementasi pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui aktivitas lapangan. Setelah kegiatan, siswa juga mengikuti presentasi kelompok untuk merefleksikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh serta mengaitkannya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
