Tolak Perang di Ukraina, Rusia Pecat 115 Prajurit

JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Menolak ikut perang di Ukraina, Rusia pecat 115 prajurit militernya. Pemecatan terhadap 115 pengawal nasional yang menolak ikut perang di Ukraina itu,diputuskan Pengadilan Rusia pada Kamis (26/5).

Pemecatan itu,dilakukan kepada prajurit yang mengajukan banding terkait pemecatan mereka akibat menolak ikut operasi militer Rusia di Ukraina.

Kantor berita Interfax melalui laman layanan pers pengadilan, melaporkan, bahwa pada Kamis para prajurit menolak untuk melakukan tugas terkait dengan “operasi khusus” Moskow di Ukraina.

Baca Juga: Negara Anggota G7 Blokir Impor Minyak Mentah Rusia

Kasus tersebut tampaknya menjadi konfirmasi resmi pertama mengenai prajurit yang menolak bergabung dengan kampanye militer Rusia di Ukraina. Sejak-diluncurkan pada 24 Februari.

Sebelumnya, pada Kamis (26/5) AFP melansir, pengadilan militer di Republik Kabardino-Balkaria selatan Rusia mengabakrkan pihaknya memeriksa “dokumen yang diperlukan” dan menanyai pejabat Garda Nasional.

Garda Nasional merupakan pasukan keamanan lokal yang terpisah dari tentara Rusia.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, mereka menyimpulkan para prajurit yang menjadi terdakwa “secara sewenang-wenang menolak melakukan tugas resmi.” Sehingga, pengadilan juga menolak banding mereka. Sehingga keputusan militer rusia pecat 115 prajurit itu memiliki kekuatan hukum.

Baca Juga: Kecam Keras Invasi Rusia, Miss Ukraina Latihan Angkat Senjata

Sidang mengenai hal tersebut,dilakukan secara tertutup. Pengadilan mengatakan keputusan itu,diambil untuk menghindari terungkapnya rahasia militer.

Sejak melancarkan operasi militer ke Ukraina, Rusia menutup erat informasi soal kondisi pasukannya dan jumlah korban peperangan sejak invasi berlangsung. Namun, beberapa media independen Rusia hingga lembaga terkait mulai bocor soal kondisi perang sebenarnya.

Sekretaris Eksekutif Komite Persatuan Ibu Tentara Rusia, Valentina Melnikova, mengatakan ada banyak keluhan dan kekhawatiran yang terdengar ketika unit pertama-dirotasi dari Ukraina untuk beristirahat.

Baca Juga: Ini Sosok Bule Wanita Rusia Foto Telanjang di Tempat Suci Bali

Menurut Melnikova, di Rusia ada “banyak” kasus tentara yang menolak untuk berperang di Ukraina. Tetapi dia menolak untuk memberikan rincian. Alasannya, masalah hukum dan keamanan.

Sementara itu, Direktorat Intelijen Ukraina melaporkan bahwa di beberapa unit Rusia, khususnya 150th Motorized Rifle Division of the 8th Army of the Southern Military Districtarab, ada 60 persen hingga 70 persen tentara menolak untuk bertugas. (cn/af)

Exit mobile version