News

Usai Ikuti Jamnas, Kontingen Luwu Timur Wisata Edukasi di Jakarta

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Kontingen Kwartir Cabang Luwu Timur memanfaatkan waktu usai mengikuti Jambore Nasional untuk belajar sejarah secara langsung di Jakarta.

Para peserta mengunjungi Monumen Nasional dan kawasan Kota Tua sebelum kembali ke Luwu Timur.

Ketua Kwarcab Luwu Timur Ani Nurbani mengatakan kunjungan itu menjadi bagian dari pengalaman edukatif bagi peserta.

Menurutnya, anak-anak perlu memperoleh ruang untuk menikmati suasana baru sekaligus memperluas

โ€œSetelah mengikuti seluruh rangkaian Jamnas, anak-anak tentu perlu menikmati suasana yang berbeda. Kami ingin kesempatan ini tidak hanya menjadi waktu untuk bersantai, tetapi juga memberi mereka pengalaman mengenal sejarah dan kehidupan di ibu kota,โ€ kata Ani, Sabtu (22/8/2026).

Baca juga:ย dr. Ani Nurbani Irwan Terpilih Pimpin Kwarcab Pramuka Lutim

Di Monas, peserta melihat salah satu landmark penting yang menjadi simbol perjuangan dan perjalanan bangsa Indonesia.

Kunjungan itu memberi kesempatan bagi mereka untuk mengenal tempat yang selama ini banyak dijumpai melalui buku, foto, atau pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, Kota Tua Jakarta memperlihatkan bagian lain dari perjalanan sejarah ibu kota. Kawasan tersebut menjadi ruang belajar langsung bagi peserta untuk melihat jejak perkembangan Jakarta dari masa ke masa.

Ani menilai pengalaman di luar agenda utama Jamnas ini dapat memperkaya pemahaman peserta.

Selain membawa nama Kwarcab Luwu Timur dalam kegiatan nasional, mereka juga pulang dengan cerita dan pengetahuan baru.

โ€œYang kami harapkan, mereka pulang tidak hanya membawa pengalaman dari kegiatan Jamnas, tetapi juga membawa cerita, pengetahuan dan wawasan baru yang bisa mereka bagikan kepada teman-temannya di Luwu Timur,โ€ ujarnya.

Peserta tampak antusias sepanjang kunjungan. Mereka mengabadikan momen dan menikmati perjalanan bersama rekan-rekan dari Luwu Timur.

Bagi kontingen Luwu Timur, perjalanan ke Monas dan Kota Tua melengkapi pengalaman selama berada di Jakarta. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dapat hadir di luar ruang kelas, termasuk melalui tempat-tempat yang menyimpan cerita sejarah bangsa. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button