Bupati Andi Utta Bicara Budaya hingga Kriminalitas di Bulukumba ke Kapolda Sulsel

BULUKUMBA, NEWSURBAN.ID — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) bicara budaya hingga kriminalitas di Bulukumba kepada Kapolda Sulsel Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso.

Di mana, hari ini, Selasa (23/5) Kapolda Sulsel Inspektur Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bulukumba.

Setelah memberikan pengarahan di Mapolres Bulukumba, Kapolda bertolak ke Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bulukumba. Untuk tatap muka dengan Forkompinda dan para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Baca Juga: Tari Angngaru dan Paduppa Sambut apolda Sulsel di Rujab Bupati Bulukumba

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyambut hangat kedatangan orang nomor satu di Polda Sulsel ini, menyampaikan selamat datang di Bumi Panrita Lopi. Ia pun bicara keunikan budaya hingga kriminalitas di Bulukumba.

Bupati yang akrab disapa Andi Utta menguraikan tentang Kabupaten Bulukumba, mulai dari segi luas wilayah, populasi penduduk, kekayaan alam hingga keunggulan pariwisata.

“Izin Jenderal, orang Bulukumba punya keahlian membuat perahu Pinisi. Bahkan Pinisi yang di perkenalkan oleh Pak Jokowi beberapa waktu lalu adalah buatan orang Bulukumba,” ujarnya.

Baca Juga: Bulukumba Kembali Raih WTP untuk Tahun Anggaran 2022

Namun, kata Andi Utta, kendalanya adalah bahan baku kayu untuk pembuatan perahu Pinisi di Bulukumba. Sehingga, tak sedikit orang-orang Bulukumba hijrah ke daerah lain, seperti di Kalimantan.

“Selain itu di Bulukumba ada keunikan budaya Kajang. Semua yang ada dalam kawasan masih tradisional, tidak boleh menggunakan alat elektronik, tak boleh memakai sepatu dan lainnya,” jelasnya.

“Budaya Kajang yang ada di Bulukumba, harus di lestarikan. Makanya kami bantu bibit unggul, terakhir sekira 3.500 pohon dari CSR perusahaan saya,” sambung Andi Utta.

Baca Juga: Pemilu 2024, Bupati Andi Utta Dorong Partisipasi Pemilih Bulukumba 90 Persen

Ia lebih dalam mengapresiasi kinerja Polres Bulukumba yang berhasil menangkap gembong pencurian ternak (Curnak). Sebab menurutnya, curnak akan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Untuk curnak ini, kami di datangi tokoh-tokoh masyarakat di beberapa Kecamatan. Tapi saya yakinkan mereka bahwa polisi bisa bekerja secara maksimal,” ujar Andi Utta.

Karena itu, Andi Utta berharap komitmen kepolisian untuk terus memberikan perlindungan kepada peternak. Sehingga ke depan sapinya tidak di curi lagi.

Baca Juga: Kotaku, Jadi Tema Studi Banding Pemkab dan BKM Bantaeng di Bulukumba

“Populasi sapi menurun karena beberapa pencurian ternak meningkat. Nah, sekarang tokoh-tokoh datang ke sini untuk mengapresiasi kinerja Kapolres. Kita harap polisi lebih strong lagi dalam menangani curnak,” tukasnya.

Andi Utta juga menyinggung bahaya narkoba, khususnya bagi generasi muda. Dengan demikian, ia berharap agar Kapolda terus menyupport jajarannya dalam hal pemberantasan narkoba.

“Semoga dengan tatap muka ini, terjalin hubungan yang lebih kuat antara Pemerintah Kabupaten, kepolisian dan tokoh-tokoh masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Sapi Wagyu Pertama Lahir di Bulukumba, Puluhan Wagyu Lainnya Segera Lahir

Kunjungan kerja Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso ini, merupakan kunjungan kerja pertamanya di Bumi Panrita Lopi Bulukumba. Kapolda di iringi penyambutan Lellung, Tari Angngaru dan Tari Paduppa.

Kapolda di dampingi oleh beberapa Pejabat Utama Polda Sulsel. Di antaranya Karo SDM, Kabid Humas, Kabid Propam dan Dir Pamobvit.

Sementara di Pendopo Rujab Bupati, Kapolda bertatap muka dengan Forkopimda Bulukumba, serta puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. (*)

Exit mobile version