MetroNews

Hadiri FGD DKP, Firman Pagarra Beri Arahan Genjot Budidaya Pangan di Longwis

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Firman Hamid Pagarra beri arahan kepada Dinas Ketahanan Pangan untuk genjot budidaya pangan di Lorong Wisata (Longwis). Ini seiring bertambahnya jumlah penduduk di Kota Makassar maka kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat jumlahnya.

Untuk itu, Dinas Ketahangan Pangan (DKP) kota Makassar melalui Focus Grup Discussion (FGD) berkomitmen terus melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat demi pemenuhan pangan di Kota Makassar.

Komitmen ini pula di dukung penuh oleh PJ Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra yang memimpin FGD tersebut, di Ruang Rapat Sekda, Balaikota Makassar, Jumat (26/07/2024).

Baca Juga: Kallafriends Catat Penjualan Lebih dari 15.000 Tiket dalam F8 Makassar

Firman mengatakan ada tiga poin penting dalam pembahasan FGD ini yakni penangangan kemiskinan ekstrem, penanganan inflasi dan kurangnya lahan pertanian di Kota Makassar.

Tiga poin ini menjadi isu penting untuk segera di berikan solusi.

“Jadi kita terkenal dengan lorong wisata. Lorong ini di sebut pak wali sebagai selnya kota. Periode pertama pak wali itu sebut lorong garden lalu Bulo sekarang menjadi lorong wisata yang salah satu item di dalamnya itu budidaya pangan,” ujar Firman.

Firman menjelaskan pemanfaatan ruang minimalis yang terdapat di perkotaan itu dimanfaatkan agar dapat menghasilkan produksi.

Baca Juga: Panggung F8 Makassar Hadirkan Dongeng Keliling Hibur 100 Siswa SDN Garuda

Selain itu pemenuhan kebutuhan pangan, kenyamanan hidup di tengah polusi udara perkotaan. Dan menghadirkan nuansa estetika lingkungan masyarakat di lorong wisata.

Kata Firman, salah satu upaya untuk terus meningkatkan produktivitas budidaya pangan di perkotaan. Dengan memakai metode urban farming.

“Urban farming ini kita dukung untuk pemerataan pemenuhan pangan bagi masyarakat kota Makassar. Jadi penerapan ini pula di lakukan beberapa tahapan dan kordinasi dengan pihak KWT dan RT/RW,” sebutnya.

Baca Juga: Danny Pomanto Ajak Investor Asing Peserta MIF untuk Berinvestasi di Makassar

Selain tahapan tersebut, sebelumnya program lorong wisata urban farming ini. Juga di barengi dengan keterlibatan publik seperti pembentukan dewan lorong, pembentukan influencer atau bassi barania. Serta penguatan ketua RT/RW setempat yang ikut membantu mengawal dan menjaga keberlangsungan program lorong wisata.

Karenanya, melalui FGD ini, Firman berharap forum ini dapat memberikan masukan. Serta gagasan yang dapat di tindaklanjuti untuk membantu pembenahan tata kelola pangan di kota Makassar.

Sehingga hasilnya nanti dapat di rasakan oleh semua masyarakat dan dapat menstabilkan inflasi di Kota Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button