MetroNewsSulsel

TNI AL Kodaeral VI Bergerak Cepat Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini Himbauan Dankodaeral VI Kepada Masyarakat

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Dalam rangka mengantisipasi potensi kecelakaan di laut akibat cuaca buruk yang diperkirakan terjadi di wilayah perairan Sulawesi Selatan (Sulsel) dan sekitarnya, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, gerak cepat mengeluarkan imbauan kepada seluruh nelayan serta pengguna laut agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut, Senin (12/01).

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari instansi terkait, kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang, gelombang tinggi, dan curah hujan lebat berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Situasi ini dapat membahayakan keselamatan pelayaran serta aktivitas penangkapan ikan dan transportasi laut.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dankodaeral VI menghimbau kepada seluruh nelayan dan pengguna laut untuk mematuhi informasi dan peringatan cuaca yang dikeluarkan oleh instansi resmi, dilarang berlayar atau melaut apabila kondisi cuaca dinyatakan tidak aman, kemudian memastikan kesiapan kapal dan awak, termasuk kelengkapan alat keselamatan, navigasi, dan komunikasi, menghindari perairan terbuka yang berpotensi terdampak angin kencang, arus kuat, dan gelombang tinggi, mengutamakan keselamatan personel dan tidak memaksakan kegiatan pelayaran dalam kondisi cuaca ekstrem.

“Segera kembali ke pelabuhan terdekat atau mencari perlindungan apabila terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba, diharapkan seluruh nelayan dan pengguna laut dapat lebih waspada, disiplin, dan mengutamakan keselamatan, sehingga risiko kecelakaan laut akibat cuaca buruk dapat diminimalisir”, ujar Dankodaeral VI.

Dankodaeral VI juga menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan guna membantu pengamanan serta memberikan bantuan apabila terjadi keadaan darurat di laut.

Sebagai langkah nyata, Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VI diperintahkan untuk memaksimalkan pencarian anggota Posal Pinrang yang mengalami musibah di Perairan Lumpue, dengan laporan perkembangan secara berkala. Selain itu, terkait kerusakan Dermaga Pulau Lae-Lae akibat cuaca buruk dan angin kencang, jajaran Kodaeral VI diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna percepatan perbaikan demi kelancaran aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

Dalam rangka mencegah jatuhnya korban di laut, patroli SAR menggunakan Katinting terus digelar di Perairan Batupute, Kabupaten Barru, sembari menghimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan pelayaran, mengingat saat ini wilayah perairan Sulsel tengah memasuki puncak musim hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Langkah terpadu ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut Kodaeral VI sebagai garda terdepan pertahanan laut sekaligus pelindung masyarakat maritim, hadir cepat di tengah situasi darurat, dan konsisten menjaga keselamatan serta kesejahteraan bangsa di wilayah perairan Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button