
JAKARTA, NEWSURBAN.ID — Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan perombakan struktur jabatan birokrasi di lingkungan kementerian, salah satunya mutasi terhadap Drs. Bahtiar Baharuddin, M.Si, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) menjadi Staf Ahli Menteri Dalam Negeri. Mutasi ini merupakan bagian dari penataan birokrasi menjelang agenda pemerintahan nasional dan daerah tahun 2026.
Keputusan tersebut juga menandai perubahan peran Bahtiar yang sempat dikenal luas publik karena ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) pada September 2023 untuk mengisi kekosongan pemerintahan setelah berakhirnya masa jabatan gubernur sebelumnya. Dalam masa jabatannya sebagai Pj Gubernur, Bahtiar memimpin sejumlah program penting termasuk pengawalan tahapan pemilu serta tata kelola pemerintahan daerah.
Jabatan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum yang sebelumnya diemban Bahtiar kini resmi dijabat oleh Akmal Malik. Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari rotasi dan penataan pejabat eselon I di lingkungan Kemendagri menjelang agenda pemerintahan nasional dan daerah tahun 2026.
Mutasi jabatan ini terjadi sekitar dua pekan setelah Bahtiar Baharuddin diketahui dicekal ke luar negeri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencekalan tersebut berlaku sejak 30 Desember 2025, terkait pendalaman dugaan persoalan pengadaan nanas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat Bahtiar menjabat sebagai Pj Gubernur.
Sebelumnya, Bahtiar juga sempat menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan selama kurang lebih 10 jam, pada Rabu, 17 Desember 2025. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk pengumpulan keterangan dan pendalaman perkara yang hingga kini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum.
Meski tengah menghadapi proses hukum, mutasi jabatan Bahtiar tetap dilakukan sebagai bagian dari mekanisme administratif dan penataan organisasi di Kementerian Dalam Negeri.
Bahtiar Baharuddin merupakan pejabat karier Kemendagri yang telah menempati sejumlah posisi strategis di pemerintahan pusat. Namanya dikenal luas setelah ditunjuk sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan pada 2023, mengawal roda pemerintahan daerah hingga dilantiknya gubernur definitif hasil Pilkada.









