
BONE, NEWSURBAN.ID – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Bone Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Bone, Sabtu (7/11/2026).
Mereka menyoroti dugaan praktik suap dan permainan pasal dalam penanganan sejumlah perkara narkoba di wilayah Kabupaten Bone.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak Kapolres Bone mengambil tindakan tegas terhadap Kasat Narkoba, sejumlah kepala unit (Kanit), serta penyidik yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.
Jenderal Lapangan Aliansi Bone Bersatu, Zulkifli, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya datang dengan membawa sejumlah bukti yang menurut mereka berkaitan dengan dugaan permainan pasal terhadap pelaku yang telah ditangkap.
“Kami telah mengantongi bukti dugaan permainan yang lebih parah dibanding dengan kasus yang menyeret mantan Kasat Narkoba sebelumnya,” ungkap Zulkifli.
Ia secara tegas meminta Kapolres Bone mencopot Kasat Narkoba beserta sejumlah Kanit dan penyidik yang diduga terlibat dalam praktik suap maupun permainan pasal dalam penanganan perkara narkoba.
“Kami minta kepada Kapolres Bone untuk bertindak tegas. Jangan hanya diberhentikan, tetapi kami ingin mereka dipecat tidak dengan hormat,” kata Zulkifli.
Sementara itu, Ketua Umum Forbes Anti Narkoba Kabupaten Bone, Andi Singkeru Rukka, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah nama penyidik yang disebut berkaitan dengan penanganan kasus penangkapan di Kelurahan Tanah Batue.
Menurut Andi Singkeru Rukka, pihaknya tidak bermaksud menyudutkan seluruh anggota kepolisian. Namun, aksi tersebut ditujukan untuk meminta pertanggungjawaban oknum yang diduga melakukan pelanggaran.
“Ada dua macam polisi, ada polisi baik dan ada pula polisi tidak baik. Namun, aksi ini ditujukan kepada polisi tidak baik. Sebagaimana yang saya maksud, ada beberapa oknum polisi diduga bermain dalam rekaman meminta uang untuk permainkan pasal dalam perkara di Tanah Batue,” jelasnya.
Ia menilai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik tersebut merupakan persoalan serius yang perlu ditindaklanjuti. Menurutnya, aparat kepolisian seharusnya menjadi bagian dari upaya pemberantasan narkoba, bukan justru diduga terlibat dalam praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.
“Kami turun aksi, kami ingin mengingatkan bahwa yang hancur ke depan adalah generasi kita. Bisa jadi anak-anak daripada pihak kepolisian itu sendiri,” kata Andi Singkeru Rukka.
Menanggapi tuntutan massa, Wakapolres Bone, Kompol Antonius Tutleta, yang menerima aspirasi para demonstran menyatakan pihaknya akan meneruskan laporan dan tuntutan tersebut kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.
Ia menegaskan, setiap bukti yang disampaikan oleh massa akan menjadi bahan untuk proses penanganan lebih lanjut.
“Jika apa yang disampaikan oleh teman-teman lengkap dengan bukti, maka tentu kami akan laporkan kepada pimpinan untuk dilakukan tindakan tegas,” tutup Antonius Tutleta.
Aksi unjuk rasa tersebut menjadi desakan masyarakat agar dugaan penyimpangan dalam penanganan perkara narkoba di lingkungan Polres Bone ditindaklanjuti secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.(Farhan)









