
MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 di Hotel Novotel Makassar, pada Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan program kerja organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
Rakerda tersebut dihadiri Wali Kota Makassar bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar, Ketua TP PKK Kota Makassar, serta para ketua dan pengurus inti TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Makassar.
Dalam forum ini, pengurus TP PKK Kota Makassar memaparkan sejumlah rencana program kerja yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Program-program tersebut berasal dari Pokja 1, Pokja 2, Pokja 3, dan Pokja 4 yang berkolaborasi dengan pengurus TP PKK kecamatan dan kelurahan.
Selain membahas rencana kerja ke depan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pada tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan program PKK di lapangan semakin maksimal.
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam arahannya saat menutup kegiatan Rakerda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kegiatan hingga selesai.
Ia juga menyampaikan bahwa kepengurusan PKK tahun ini diisi oleh banyak wajah baru, khususnya di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Pada kesempatan ini kita juga menyambut hampir semua pengurus baru, terutama ketua-ketua di kecamatan dan kelurahan. Mudah-mudahan program-program yang sudah dipaparkan oleh masing-masing pokja bisa dijalankan dengan baik di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Melinda menekankan pentingnya komitmen para ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan dalam menjalankan seluruh program organisasi hingga menyentuh masyarakat.
Menurutnya, keberadaan TP PKK memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah.
“Sebagai istri dari camat dan lurah, kita juga sudah berkomitmen untuk mendukung program pemerintah. Melalui gerakan PKK, kita bisa ikut membantu kerja-kerja pemerintah di wilayah,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh program PKK yang dijalankan dapat selaras dengan visi pembangunan Kota Makassar serta tetap mengacu pada 10 Program Pokok PKK.
Selain itu, Melinda menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam administrasi organisasi, mulai dari tingkat dasawisma, kelurahan hingga kecamatan.
Menurutnya, administrasi yang tertib akan memudahkan proses evaluasi serta menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.
“Evaluasi melalui kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) akan terus dilakukan. Dari hasil SMEP sebelumnya masih ada beberapa wilayah yang administrasinya perlu dibenahi,” ujarnya.
Selain masalah administrasi, Melinda juga menekankan pentingnya mempercepat pelaksanaan program prioritas PKK.
Beberapa program yang menjadi perhatian utama antara lain penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pelestarian lingkungan melalui program PKK.
“Stunting masih menjadi perhatian nasional. Karena itu kita harus benar-benar serius menangani masalah ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan stunting tidak hanya fokus pada anak, tetapi juga pada kesehatan ibu sebelum dan selama masa kehamilan.
“Edukasi mengenai pola hidup sehat, pencegahan pernikahan usia dini, serta perhatian terhadap kesehatan ibu hamil menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Melinda juga mendorong setiap kecamatan dan kelurahan untuk menghadirkan inovasi program yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.
“Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan program tidak bisa disamaratakan. Sehingg saya harap hadir inovasi-inovasi dari potensi wilayah masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Melinda juga menyinggung program Aku Hatinya PKK yang sejalan dengan program urban farming yang digalakkan Pemerintah Kota Makassar.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan oleh pengurus PKK, meskipun di wilayah dengan lahan yang terbatas.
“Saat ini banyak cara untuk berkebun, misalnya dengan metode vertikal atau memanfaatkan ruang sempit di rumah. Yang penting semangat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga tetap ada,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Melinda berharap seluruh pengurus TP PKK dapat menjalankan komitmen yang telah disepakati dalam Rakerda tersebut.
Ia juga berharap seluruh program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Makassar.
Adapun sejumlah komitmen prioritas yang disepakati dalam Rakerda antara lain sinkronisasi program kerja tahun 2026 dengan 10 Program Pokok PKK dan visi pembangunan Kota Makassar, peningkatan tertib administrasi melalui pembenahan enam buku wajib PKK, percepatan penanganan stunting serta penguatan ekonomi keluarga melalui program UP2K dan Aku Hatinya PKK.
Selain itu, komitmen lain meliputi penguatan pola asuh anak dan remaja di era digital, peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan ekonomi keluarga melalui Gerakan Keluarga Indonesia, penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat, revitalisasi rumah tangga bersih dan sehat, gerakan keluarga tanggap bencana, serta digitalisasi sistem pelaporan PKK. (*)









